Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya self-esteem pada individu dengan kecenderungan fetish, khususnya dalam konteks kehidupan sosial dan hubungan interpersonal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui self-esteem individu yang memiliki kecenderungan fetisisme yang ditinjau dari faktor model self-competence dan worthiness. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah laki-laki dewasa berusia 29 tahun, dengan dua informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan analisis data menggunakan proses coding tematik, kategorisasi tema, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fetish mempengaruhi kondisi internal subjek, seperti munculnya distraksi, kecenderungan perilaku seksual mandiri (mastrubasi), serta selektivitas dalam hubungan. Pada faktor model self-competence, subjek menunjukkan keraguan dalam menghadapi konflik hubungan dan cenderung menghindar. Pada faktor model worthiness, subjek mengalami penilaian diri negatif, terutama saat menghadapi penolakan dari lawan jenis. Dalam kehidupan sosial, subjek menjadi cenderung tidak acuh, kurang empati, dan menjaga jarak. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa fetish berperan dalam membentuk dinamika self-esteem, terutama dalam hubungan interpersonal dan penerimaan diri.
Copyrights © 2026