Tanah ekspansif merupakan tanah lempung yang mempunyai level plastisitas yang tinggi, potensi kembang susut tinggi dengan adanya pergantian musim, sehingga sebelum digunakan sebagai tanah dasar di diperlukan stablilisasi untuk menurunkan nilai Indeks Plastisitas dan menaikkan daya dukung. Stabilisasi adalah cara untuk merubah dan memperbaiki sifat-sifat tanah agar memenuhi persyaratan sebagai tanah dasar. Tanah di daerah Lakarsantri, Surabaya Barat memiliki jenis tanah ekspansif, sehingga bangunan sipil terutama jalan mengalami kerusakan walaupun volume lalu lintas rendah. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis tingkat kepadatan dan nilai CBR tanah ekspansif yang distabilisasi menggunakan campuran lumpur lapindo dan kapur padam dengan prosentase campuran lumpur lapindo 15%, 20%, 25, 30% dan kapur padam 7% pada setiap pencampuran serta waktu pemeraman 0,7, dan 14 hari. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut, karakteristik tanah asli termasuk tanah berbutir halus, plastisitas tinggi, tingkat kepadatan sedang dan nilai CBR rendah. Karakteristik tanah lempung setelah distabilisasi menurut hasil uji atterberg limit memiliki nilai liquid limit 45,35%, indeks plastisitas sebesar 11,32%, termasuk katagori cukup baik. Prosentase dan pemeraman terbaik pada campuran lumpur lapindo 30% dan kapur padam 7%, pada pemeraman 14 hari, tanah dalam kondisi paling padat 1,75 gr/cm³ dan nilai CBR terbesar 8,52% termasuk katagori cukup baik.
Copyrights © 2026