Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN KADAR AIR TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH Utami, Gati Sri; Caroline, Jenny
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI TERAPAN VI (SNTEKPAN VI) TAHUN 2018
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah Negara yang memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Siklus pembasahan dan pengeringan yang terjadi akibat pergantian musim dapat mengubah susunan fabrik tanah dan karakteristik mekanik tanah anatara lain perubahan kadar air tanah,perubahan volume tanah dan perubahan parameter geser tanah. Perubahan tersebut juga sering menimbulkan longsor pada lereng terutama pada saat musim hujan. longsor sering menimbulkan kerusakan pada bangunan, kerugian materi dan bahkan dapat menyebabkan hilangnya nyawa manusia. Karena banyaknya kasus longsor akibat turunnya hujan,maka diperlukan suatu penelitan yang mengkaji hubungan antara hujan atau perubahan kadar air dengan perubahan parameter geser tanah yang mengakibatkan  kelongsoran. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan memvariasikan kadar air tanah, kemudian masing-masing variasi tanah  tersebut akan dilakukan uji geser langsung untuk mengetahui  nilai parameter geser tanahnya. Hasil penelitian dapat disimpulkan seiring dengan semakin bertambahnya kadar air pada tanah tegangan geser tanah menurun dengan kata lain stabilitas tanah berkurang sehingga mudah mengalami kelongsoran , meskipun nilai sudut geser menurun dan kohesi meningkat.
Iptek bagi Masyarakat Home Industri Keripik Bayam Utami, Gati Sri; Azinar, Azmuri Wahyu
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.561 KB) | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2017.v1i1.135

Abstract

Home industri keripik bayam didaerah Sidoarjo merupakan salah satu jenis usaha yang ikut menyokong perekonomian masyarakat. Dengan semakin meningkatnya biaya hidup membuat masyarakat untuk selalu kreatif menambah pendapatan keluarga. Demikian juga dengan mitra pada Iptek bagi Masyarakat (IbM) ini. Mitra dalam IbM ini adalah Home Industri Keripik Bayam di daerah Sidoarjo. Dalam menjalankan usahanya, banyak permasalahan yang dihadapi oleh Mitra. Permasalahan yang akan diselesaikan oleh Tim dan sudah disepakati oleh Mitra mencakup aspek produksi, produk dan pemasaran. Pada aspek produksi adalah proses meniriskan minyak lama dan produknya masih mengeluarkan minyak. Kemasan Mitra 2 masih menggunakan plastik tipis dan belum punya desain. Permasalahan pada aspek produk adalah produk Mitra 2 dalam jangka waktu 3 hari sudah tidak gurih. Hal ini berbeda dengan keripik bayam Mitra 1 yang bisa bertahan sampai 1 bulan. Produk Mitra kadang hancur pada saat dititipkan di Toko atau Supermarket. Permasalahan pada aspek pemasaran adalah kurangnya pengetahuan dalam strategi pemasaran khususnya online. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim mengadakan pendampingan dalam ketiga aspek tersebut. Tim membelikan alat peniris minyak, kompor gas dengan tekanan tinggi, membuatkan blogs dengan alamat https://camilanqblog.wordpress.com, alat siler pengisi udara, dan pelatihan marketing atau strategi pemasaran khususnya online  untuk Mitra 1. Tim membelikan alat peniris minyak, blender dan alat penggorengan, kompor gas bertekanan tinggi, alat siler pengisi udara, membuatkan desain kemasan, pelatihan pembuatan bayam yang gurih dan awet, dan pelatihan marketing atau strategi pemasaran. Setelah dilakukan pendampingan, keripik bayam Mitra bisa bertahan dalam jangka 1 bulan dengan kadar minyak berkurang, keripik bayam yang hancur juga berkurang dan gurih. Waktu meniriskan lebih cepat, pengetahuan Mitra terkait pemasaran semakin bertambah, mitra mulai memasarkan keripik bayam bekerjasama dengan Toko setempat. Pendapatan dari Mitra sudah mulai mengalami kenaikan walaupun hanya 5%.
PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG PADA RUAS JALAN KERTAJAYA INDAH TIMUR SURABAYA DENGAN LUMPUR LAPINDO Utami, Gati Sri; Usaha, Untung
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.824 KB)

Abstract

Heavy rainfalls have been known to be the cause of most of the slope failures in the world. It was suggested that the existence of cracks inside soils and slopes should be the main factors causing the slope to become very vulnerable under heavy to very heavy rain. Also, the easy draining condition along the cracks makes any type of slope to appear as behaving like sand when subjected to heavy rainfalls. The geotechnical engineering implications of this finding are, among others: much higher permeability values of soil in field, the Triaxial test results are no longer valid, special testing procedure is to be introduced for soil strength parameters, and much lower safety factors obtained for slopes than conventionally estimated. The remedial measures are somewhat suggested, such as installation of sub-drains system inside the slope, the use of ground anchor with high prestressing loads, and combinations with other soil reinforcement methods.
ANALISIS PEMANFAATAN KAPUR SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG DITINJAU DARI KUAT GESER Utami, Gati Sri; A, Abdul Haris H
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.477 KB)

Abstract

Kuat geser tanah adalah kemampuan tanah untuk menahan gaya-gaya yang menyebabkan kelongsoran, keruntuhan dan pergeseran tanah. Keamanan suatu struktur geoteknik tergantung pada kekuatan tanah, jika tegangan yang bekerja pada tanah lebih besar dari kekuatan yang tersedia maka struktur geoteknis tersebut akan runtuh. Sedangkan parameter untuk mengetahui kuat geser tanah berdasarkan nilai tegangan geser, kohesi dan sudut geser dalam.Kapur salah satu bahan stabilisasi tanah lempung secara kimiawi, dikarenakan adanya unsur cation Ca2+ pada kapur dapat memberikan ikatan antar partikel yang lebih besar untuk melawan sifat mengembang dan dapat menaikan daya dukung tanah.Pada penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pemanfaatan kapur sebagai bahan stabilisasi tanah lempung ditinjau dari kuat geser tanah. Tujuannya seberapa besar pengaruh penambahan kapur pada tanah lempung terhadap nilai tegangan geser, kohesi atau sudut geser dalam.Metode penelitian adalah metode eksperimen dengan data hasil uji di laboratorium, meliputi uji kepadatan, kuat geser langsung dan kuat tekan bebas.Hasil penelitian kapur sebagai bahan stabilisasi tanah lempung dapat meningkatkan kepadatan, kuat geser tanah berdasarkan nilai tegangan geser dan kohesi. Pada awalnya tanah lempung termasuk tanah yang sangat lunak (C : 0,116kg/cm2) setelah ditambah kapur menjadi cukup keras (C : 0,373 kg/cm2). Prosentase optimum penambahan kapur supaya menjadikan tanah lempung dalam katagori cukup keras pada prosentase 10%.
KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL (AC-WC) DENGAN PENAMBAHAN ABU SLAG BAJA SEBAGAI BAHAN PENGGANTI FILLER Hartatik, Nurani; Utami, Gati Sri; Rohmania, Novi
Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2014): KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini mencoba menggunakan limbah slag baja sebagai bahan pengganti filleryang diharapkan dapat menambah kualitas campuran beton aspal sekaligus mengurangi dampaklingkungan yang terjadi akibat penumpukan limbah slag. Tujuan penelitian adalah mengetahuipengaruh abu slag terhadap karakteristik pada campuran beton aspal serta untuk mengetahuikadar abu slag dan kadar aspal optimum pada campuran beton aspal. Metode yang digunakanmetode eksperimen yaitu dengan suatu percobaan untuk mendapatkan hasil, dengan demikianakan terlihat pemanfaatan abu slag baja pada konstruksi beton aspal dengan variasi kadar abuslag 0%, 1%, 2%, 3%,4% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan Abu slag dalamcampuran beton aspal mempengaruhi karakteristik campuran beton aspal, semakin banyak abuslag akan membuat nilai stabilitas semakin meningkat, sampai pada batas optimum yaitusebesar 4% dengan nilai stabilitas 2379.52kg, namun nilai stabilitas cenderung menurun saatkadar abu slag mencapai 5% yaitu sebesar 2081.87kg. Nilai fleksibilitas juga meningkat seiringpertambahan kadar abu slag, peningkatan terjadi sampai pada batas optimum 4% dengan kadaraspal 5.2%, hal ini menunjukkan bahwa campuran lebih bersifat kaku. Durabilitas campurandapat dilihat dari nilai VIM, dalam pengujian nilai durabilitas mengalami penurunan seiringdengan penambahan kadar abu slag terhadap campuran beton aspal. Nilai durabilitas yang idealterdapat pada abu slag 3% dengan kadar aspal 4.7%. Dapat disimpulkan bahwa kadar slag idealmenggunakan Abu slag sebesar 3% dengan kadar aspal optimum sebesar 5.95%.Kata Kunci : Slag Baja, Campuran Beton Aspal, Stabilitas, Durabilitas, Fleksibilitas
PENGARUH PENAMBAHAN BENTONITE DAN SEMEN DALAM PROSES STABILISASI TANAH DASAR (SUBGRADE) Utami, Gati Sri; Mca, Theresia; Metekohy, Juliet Gracea
Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2014): KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan konstruksi jalan raya yang banyak terjadi, salah satunya akibat buruknya kualitastanah dasar (subgrade). Diperlukan proses stabilisasi untuk memperbaiki kualitas tanah.Diharapkan dengan adanya tambahan bentonite sebesar 4%, 8%, dan 12% pada campuran tanahdan semen 2%. mampu memperbaiki karakteristik fisik dan mekanik tanah. Metode pengujianlaboratorium yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan SNI dan ASTM. Permasalahan,sampai sejauh mana pengaruh bentonite sebagai bahan stabilisasi? Hasil Penelitianmenunjukkan ketika tanah asli ditambahkan semen 2%, kualitas karakteristik fisik dan mekaniktanah mengalami peningkatan. Terlihat dari naiknya berat jenis sebesar 10%, Indeks Plastisturun 11% , kadar air optimum turun 5%, Qu naik 80%, harga CBR naik 100%, dan swellingpotential mengalami penurunan sebesar 4% dari tanah asli. Dengan penambahan bentonite dansemen 2% pada tanah asli mengalami penurunan kualitas karakteristik fisik dan mekanik. Beratjenis turun sebesar 4%, Indeks Plastisitas (IP) bertambah 35%, kadar air optimum mengalamipeningkatan 11%, berat isi kering (γd) turun 1,4%, nilai CBR naik 100%, swelling potensialmengalami peningkatan 30% dan nilai Qu pada penelitian UCS mengalami kenaikan 82%.Berdasarkan hasil analisis, maka material stabilisasi tanah dasar (subgrade) sebaiknya hanyadengan menggunakan semen saja. Penambahan bentonite tidak membantu menstabilkan tanah,karena daya serap bentonite terhadap air yang tinggi sehingga tingkat plastis dan kembangsusutnya tinggi. Jadi bentonite hanya dapat digunakan sebagai filler atau bahan pengisi.Kata Kunci : Stabilisasi, tanah, semen, bentonite.
Analisis Perbandingan Antara Wirtgen Type Sp-500 Dan Alat Angkut Truck Mixer Pada Pekerjaan Rigid Pavement Ditinjau Dari Segi Waktu Dan Biaya Pada Proyek Jalan Tol Surabaya – Mojokerto Seksi 1b Choiriyah, Siti; Utami, Gati Sri; Saifudin, Muhammad Nur
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.202 KB)

Abstract

Pembangunan jalan tol sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan mempersingkat jarak. Pekerjaan jalan tol Surabaya ? Mojokerto 1B terbagi konstruksinya menjadi dua yaitu integral bridge dan timbunan, perencanaan jalannya yaitu rigid pavement, untuk pelaksanaannya menggunakan alat berat Wirtgen type sp-500, Excavator, Dump truck, dan Truck mixer. Penelitian ini membandingkan antara pekerjaan rigid pavement menggunakan metode mekanik (Wirtgen type sp 500) dengan manual (truck mixer), untuk mengetahui produktivitas, biaya, dan waktu. Dari analisis biaya dengan wirtgen type sp-500 lebih efisien dengan total biaya langsung Rp.10,826,959,865.70. Dari segi waktu pelaksanaannya wirtgen type sp 500 juga lebih efektif dapat menyelesaikan pekerjaan dengan durasi waktu 16 hari. Sedangkan total biaya truck mixer sebesar Rp.11,314,161,143.18 dengan durasi 29 hari Adapun kelebihan dari wirtgen type sp 500 pelaksanaannya lebih cepat sedangkan dari segi kekuranganya wirtgen type sp 500 tidak bisa menerima slump beton 5±2. Maka dengan ini alat angkut wirtgen type sp 500 bisa digunakan sebagai alternatif pemilihan metode alat angkut yang efektif dengan biaya yang efisien apabila digunakan terutama pada proyek jalan tol dalam skala panjang.
Soil Improvement Planning Combination of Preloading and Stone Column (Case Study) in Sidorukun District, Gresik, Jawa Timur Dewi Kusumaningrum; Gati Sri Utami; Johan Catur Atmaja
Jurnal IPTEK Vol 25, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2021.v25i2.2128

Abstract

The subgrade is the essential part of the construction process, such as access to factories, to develop industrial factory in areas to be developed, one of which in the Gresik area. Not all construction site has met the requirement. Hence, need soil improvement with a combination of preload and stone column. The soil parameters show the results of field and laboratory tests that the area has a small value NSPT with a thickness of the soft bottom layer up to a depth of 20 meters. This research is planned the initial height (Hinitial) to have stability analysis of un-reinforcement embankment, the diameter, and the distance from the stone column with the Xstab program. The results of the calculations carried out for the construction height of the embankment (Hfinal) 3.50 meters, then the first dam (HInitial) of 4.60 m is required. The tilt stabilization is obtained (MR = 168.7 tonm), wherein The Radius of the Slope area is 11.62 meters and the Safety Factor (SF = 0.881), where there is a possibility to slide. Planning preload with a stone column with a diameter of 1.00 meters needs to be combined, a distance of 1.50 meters installed in the subgrade.
Iptek bagi Masyarakat Home Industri Keripik Bayam Gati Sri Utami; Azmuri Wahyu Azinar
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2017.v1i1.135

Abstract

Home industri keripik bayam didaerah Sidoarjo merupakan salah satu jenis usaha yang ikut menyokong perekonomian masyarakat. Dengan semakin meningkatnya biaya hidup membuat masyarakat untuk selalu kreatif menambah pendapatan keluarga. Demikian juga dengan mitra pada Iptek bagi Masyarakat (IbM) ini. Mitra dalam IbM ini adalah Home Industri Keripik Bayam di daerah Sidoarjo. Dalam menjalankan usahanya, banyak permasalahan yang dihadapi oleh Mitra. Permasalahan yang akan diselesaikan oleh Tim dan sudah disepakati oleh Mitra mencakup aspek produksi, produk dan pemasaran. Pada aspek produksi adalah proses meniriskan minyak lama dan produknya masih mengeluarkan minyak. Kemasan Mitra 2 masih menggunakan plastik tipis dan belum punya desain. Permasalahan pada aspek produk adalah produk Mitra 2 dalam jangka waktu 3 hari sudah tidak gurih. Hal ini berbeda dengan keripik bayam Mitra 1 yang bisa bertahan sampai 1 bulan. Produk Mitra kadang hancur pada saat dititipkan di Toko atau Supermarket. Permasalahan pada aspek pemasaran adalah kurangnya pengetahuan dalam strategi pemasaran khususnya online. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim mengadakan pendampingan dalam ketiga aspek tersebut. Tim membelikan alat peniris minyak, kompor gas dengan tekanan tinggi, membuatkan blogs dengan alamat https://camilanqblog.wordpress.com, alat siler pengisi udara, dan pelatihan marketing atau strategi pemasaran khususnya online  untuk Mitra 1. Tim membelikan alat peniris minyak, blender dan alat penggorengan, kompor gas bertekanan tinggi, alat siler pengisi udara, membuatkan desain kemasan, pelatihan pembuatan bayam yang gurih dan awet, dan pelatihan marketing atau strategi pemasaran. Setelah dilakukan pendampingan, keripik bayam Mitra bisa bertahan dalam jangka 1 bulan dengan kadar minyak berkurang, keripik bayam yang hancur juga berkurang dan gurih. Waktu meniriskan lebih cepat, pengetahuan Mitra terkait pemasaran semakin bertambah, mitra mulai memasarkan keripik bayam bekerjasama dengan Toko setempat. Pendapatan dari Mitra sudah mulai mengalami kenaikan walaupun hanya 5%.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN KADAR AIR TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH Gati Sri Utami; Jenny Caroline
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah Negara yang memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Siklus pembasahan dan pengeringan yang terjadi akibat pergantian musim dapat mengubah susunan fabrik tanah dan karakteristik mekanik tanah anatara lain perubahan kadar air tanah,perubahan volume tanah dan perubahan parameter geser tanah. Perubahan tersebut juga sering menimbulkan longsor pada lereng terutama pada saat musim hujan. longsor sering menimbulkan kerusakan pada bangunan, kerugian materi dan bahkan dapat menyebabkan hilangnya nyawa manusia. Karena banyaknya kasus longsor akibat turunnya hujan,maka diperlukan suatu penelitan yang mengkaji hubungan antara hujan atau perubahan kadar air dengan perubahan parameter geser tanah yang mengakibatkan  kelongsoran. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan memvariasikan kadar air tanah, kemudian masing-masing variasi tanah  tersebut akan dilakukan uji geser langsung untuk mengetahui  nilai parameter geser tanahnya. Hasil penelitian dapat disimpulkan seiring dengan semakin bertambahnya kadar air pada tanah tegangan geser tanah menurun dengan kata lain stabilitas tanah berkurang sehingga mudah mengalami kelongsoran , meskipun nilai sudut geser menurun dan kohesi meningkat.