Ekosistem platform digital telah mengubah paradigma pembentukan brand equity dari model linear tradisional menjadi jaringan multi-aktor yang kompleks. Model brand equity konvensional (Keller, 1993; Aaker, 1991) tidak mampu menjelaskan fenomena brand equity dalam platform digital yang melibatkan interaksi multilevel antara platform owner, mitra, konsumen, dan complementors. Research gap meliputi tidak adanya framework yang mengintegrasikan micro-level, meso-level, dan macro-level dalam pembentukan brand equity; mekanisme temporal brand equity masih menjadi black box teoritis; serta pemahaman terbatas tentang cross-level mechanisms. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory untuk mengembangkan Dynamic Multi-Level Brand Equity Framework melalui in-depth interviews dengan 60 informan yang terdiri dari platform owners, mitra, dan konsumen dari tiga platform unicorn Indonesia, dilengkapi analisis netnografi untuk menangkap dinamika temporal selama 18 bulan. Kontribusi teoritis meliputi konseptualisasi brand equity sebagai multilevel emergent phenomenon, identifikasi cross-level mechanisms, dan framework temporal dynamics yang menangkap path dependency. Kontribusi praktis berupa strategic guidelines untuk mengelola brand equity dalam ekosistem digital..
Copyrights © 2026