Ulat grayak (Spodoptera litura) (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan salah satu hama utama yang menyerang berbagai tanaman hortikultura dan dapat menurunkan hasil panen hingga 85%. Pengendalian mekanis dengan memotong atau membuang bagian tanaman yang terserang belum memberikan hasil optimal, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung ulat hongkong (Tenebrio molitor) sebagai sumber kitin pada media tumbuh Metarhizium anisopliae terhadap kerapatan konidia, viabilitas konidia dan patogenisitasnya terhadap S. litura. Penelitian dilaksanakan dari Desember 2024 hingga Maret 2025 menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam perlakuan, yaitu kontrol, M. Anisopliae tanpa penambahan tepung ulat hongkong, serta M. anisopliae dengan penambahan tepung ulat hongkong pada konsentrasi 0,5%, 1%, 1,25%, dan 1,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ulat hongkong secara signikan meningkatkan kerapatan konidia, viabilitas konidia serta patogenisitasnya terhadap S. litura. Konsentrasi 1,25% menghasilkan kerapatan dan viabilitas konidia tertinggi serta mortalitas S. litura tertinggi, yang disertai peningkatan malformasi pupa dan perubahan durasi stadia perkembangan. Oleh karena itu, penambahan tepung ulat hongkong pada konsentrasi 1,25% disimpulkan mampu meningkatkan patogenisitas M. anisopliae terhadap S. litura. Temuan ini menunjukkan potensi pemanfaatan tepung ulat hongkong sebagai sumber kitin dalam meningkatkan efektivitas agens pengendalian hayati terhadap hama pertanian.
Copyrights © 2026