Mochammad Syamsulhadi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMASI MEDIA TUMBUH Metarhizium anisopliae DENGAN TEPUNG ULAT HONGKONG (Tenebrio molitor) SEBAGAI SUMBER KITIN DAN PATOGENISITASNYA TERHADAP Spodoptera litura (Lepidoptera: Noctuidae): OPTIMIZATION OF THE GROWTH MEDIUM FOR Metarhizium anisopliae USING MEALWORM (Tenebrio molitor) FLOUR AS A CHITIN SOURCE AND ITS PATHOGENICITY AGAINST Spodoptera litura (Lepidoptera: Noctuidae) Nuraysiah, Salis; Mochammad Syamsulhadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.2.5

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera litura) (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan salah satu hama utama yang menyerang berbagai tanaman hortikultura dan dapat menurunkan hasil panen hingga 85%. Pengendalian mekanis dengan memotong atau membuang bagian tanaman yang terserang belum memberikan hasil optimal, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung ulat hongkong (Tenebrio molitor) sebagai sumber kitin pada media tumbuh Metarhizium anisopliae terhadap kerapatan konidia, viabilitas konidia dan patogenisitasnya terhadap S. litura. Penelitian dilaksanakan dari Desember 2024 hingga Maret 2025 menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam perlakuan, yaitu kontrol, M. Anisopliae tanpa penambahan tepung ulat hongkong, serta M. anisopliae dengan penambahan tepung ulat hongkong pada konsentrasi 0,5%, 1%, 1,25%, dan 1,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ulat hongkong secara signikan meningkatkan kerapatan konidia, viabilitas konidia serta patogenisitasnya terhadap S. litura. Konsentrasi 1,25% menghasilkan kerapatan dan viabilitas konidia tertinggi serta mortalitas S. litura tertinggi, yang disertai peningkatan malformasi pupa dan perubahan durasi stadia perkembangan. Oleh karena itu, penambahan tepung ulat hongkong pada konsentrasi 1,25% disimpulkan mampu meningkatkan patogenisitas M. anisopliae terhadap S. litura. Temuan ini menunjukkan potensi pemanfaatan tepung ulat hongkong sebagai sumber kitin dalam meningkatkan efektivitas agens pengendalian hayati terhadap hama pertanian.