Pengelolaan limbah rumah tangga dan sisa hasil perkebunan di Desa Lameuru, Kabupaten Konawe Selatan, masih menjadi tantangan lingkungan yang belum teratasi secara optimal, sementara ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia sintetis terus meningkat. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan kelompok Dasawisma melalui pemanfaatan limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Padat (POP). Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, bimbingan teknis pembuatan pupuk, demonstrasi plot (demplot), serta pendampingan langsung dalam proses fermentasi menggunakan aktivator mikrobial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat yang signifikan, di mana 85% anggota kelompok Dasawisma kini mampu memproduksi POC dan POP secara mandiri. Implementasi produk organik ini berhasil mereduksi penggunaan pupuk kimia sebesar 30% pada tanaman hortikultura di pekarangan warga. Selain itu, terbentuknya struktur kelompok pengolah pupuk yang resmi menjamin keberlanjutan program produksi secara rutin setiap bulannya. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa transformasi limbah menjadi pupuk organik merupakan solusi strategis yang tidak hanya berdampak pada kelestarian ekosistem tanah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga melalui penghematan biaya input pertanian. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif berbasis komunitas dalam mewujudkan kemandirian pangan dan desa ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026