Kemampuan numerik anak-anak di Indonesia masih berada pada tingkat yang rendah, seperti yang terlihat dari hasil PISA 2022 yang menempatkan Indonesia di posisi ke-70 dari 81 negara. Anak-anak di tingkat sekolah dasar sering menghadapi tantangan dalam melakukan operasi hitung bertingkat dan menunjukkan reaksi panik serta kehilangan konsentrasi ketika menghadapi tugas yang memiliki waktu penyelesaian. Situasi ini dapat berdampak pada tingkat kepercayaan diri dan kemandirian belajar anak jika tidak ditangani dengan solusi yang tepat. Program intervensi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan operasi hitung bertingkat dan mengurangi kecemasan anak terhadap tugas berjangka waktu dengan menggunakan media “SUKA: Susun Angka”. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan satu subjek, seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang mengalami kesulitan dalam melakukan perhitungan bertingkat dan menunjukkan kecemasan saat dihadapkan pada waktu yang terbatas. Proses intervensi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pretest, penerapan intervensi menggunakan media nyata “SUKA: Susun Angka” dengan strategi waktu bertahap, dan posttest. Evaluasi dilakukan dengan soal-soal operasi hitung bertingkat serta lembar observasi untuk menilai kemampuan berhitung dan tingkat kecemasan anak. Hasil dari intervensi menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan menghitung bertingkat dari skor 82,5 menjadi 90, peningkatan ketepatan dalam menjawab soal dari 60 menjadi 80, serta penurunan kecemasan terhadap waktu dari skor 82,5 menjadi 32,5. Media “SUKA: Susun Angka” terbukti efektif dalam memperbaiki kemampuan berhitung serta membantu anak dalam mengatur emosi mereka ketika menghadapi tekanan waktu.
Copyrights © 2026