Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bahasa reseptif anak usia 5–6 tahun di TKIT Amanah yang terlihat dari masih adanya anak yang mengalami kesulitan dalam memahami instruksi, memahami pertanyaan, mengikuti aturan bermain, dan merespons percakapan secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan bahasa reseptif anak melalui penerapan kalimat thayyibah sebagai instruksi verbal dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 17 anak kelompok B1 usia 5–6 tahun di TKIT Amanah. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kalimat thayyibah sebagai instruksi verbal telah meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam memahami instruksi, memahami pertanyaan, mengikuti aturan bermain, dan merespons percakapan dengan lebih baik. Pada kondisi pra tindakan, kemampuan bahasa reseptif anak berada pada kategori mulai berkembang, kemudian mengalami peningkatan pada siklus I, dan mencapai kategori berkembang sangat baik pada siklus II. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kalimat thayyibah sebagai instruksi verbal efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak usia 5–6 tahun di TKIT Amanah.
Copyrights © 2026