Artikel ini mengkaji transformasi ruang bawah jembatan menjadi ruang publik edukatif melalui studi kasus Taman TESDA Purwokerto. Kajian berangkat dari kecenderungan ruang bawah jembatan menjadi ruang sisa kota yang memiliki akses tidak jelas, pencahayaan terbatas, orientasi visual lemah, dan fungsi publik yang ambigu. Berbeda dari studi persepsi pengguna, penelitian ini menggunakan pendekatan arsitektural deskriptif-evaluatif yang menempatkan bukti fisik-spasial sebagai dasar analisis. Data dikumpulkan melalui observasi ruang, dokumentasi visual, pemetaan sederhana, studi dokumen, dan analisis konten media edukasi. Analisis difokuskan pada tiga persoalan, yaitu karakter fisik-spasial ruang bawah jembatan, kontribusi elemen arsitektur dan lanskap terhadap kualitas ruang publik edukatif, serta rekomendasi desain untuk memperkuat edukasi sumber daya air. Artikel ini menunjukkan bahwa Taman TESDA dapat dibaca sebagai model lokal transformasi ruang sisa infrastruktur menjadi lanskap publik bernilai ekologis dan edukatif. Optimalisasi taman bergantung pada keterbacaan akses, kesinambungan sirkulasi, keamanan pasif, pencahayaan, vegetasi, signage interpretatif, serta integrasi dengan lanskap sungai.
Copyrights © 2026