Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan prinsip arsitektur bioklimatik pada rumah Indisch di Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, pengukuran fisik bangunan, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah Indisch di Klampok menerapkan strategi desain pasif melalui penggunaan dinding bata sebagai massa termal, bukaan besar dan bovenlicht sebagai pendukung ventilasi alami, plafon tinggi untuk meningkatkan sirkulasi udara, serta teras dan overstek sebagai elemen peneduh. Elevasi lantai setinggi 70 cm juga menunjukkan respons terhadap kelembapan tanah, genangan air hujan, dan cipratan air pada dinding bawah. Temuan ini menunjukkan bahwa rumah Indisch tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga memuat prinsip desain yang adaptif terhadap iklim tropis basah. Prinsip tersebut relevan sebagai pembelajaran bagi pengembangan bangunan tropis kontemporer yang kontekstual, hemat energi, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026