Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN EDUWISATA KETAHANAN PANGAN BERBASIS PENATAAN RUANG MIKRO DI KAMPOENG KAUMAN HERITAGE BANYUMAS Fadhilah Siti Aniisah Haryono; Diajeng Sekar Shaliha; Eva Priyanti; Feri Setiyanto
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65669/migunaninusantara.v4i1.603

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage di Desa Sudagaran merupakan Kawasan dengan nilai historis, namun memiliki tantangan dalam optimalisasi lahan fungsional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model eduwisata ketahanan pangan yang mengintegrasikan fungsi konservasi, edukasi, dan ekonomi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan: identifikasi potensi lokal, perancangan zonasi lahan, pemilihan komoditas unggulan, penerapan sistem budidaya, dan perencanaan alur eduwisata. Melalui pendekatan arsitektur dan teknik sipil, tim merancang tata ruang mikro yang adaptif dengan memanfaatkan sistem urban farming. Hasil kegiatan berupa rancangan desain dengan pembagian zonasi menjadi zona budidaya dan zona edukasi dengan alur sirkulasi linier agar memberikan pengalaman tematik bagi pengunjung. Implementasi sistem hidroponik dan bedeng konvensional dijadikan sebagai sarana edukasi transisi pertanian yang realistis untuk direplikasi oleh masyarakat di lahan terbatas. Penggunaan Jambu Kristal sebagai ikon ekonomi ditujukan untuk memperkuat branding kawasan sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal. Program ini memposisikan Kampoeng Kauman Heritage sebagai model percontohan eduwisata ketahanan pangan skala kecil yang berkelanjutan.
GAYA DAN ELEMEN VISUAL ARSITEKTUR BANGUNAN KOLONIAL GEDUNG KARESIDENAN BAKORWIL III PURWOKERTO ATAU HETERO SPACE, PURWOKERTO Artanti Kusuma Ayu; Revi Aulia Purbandini; Eva Priyanti
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2025): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/x57m4y47

Abstract

The relocation of the administrative city from Banyumas to Purwokerto in 1937 was one of the key moments in the history of colonial governance in Central Java. The Bakorwil III Residency Building in Purwokerto, which is now (2025) Hetero Space, was constructed as a government center to support administrative functions in the region. This building not only became a symbol of colonial power but also reflected the social and economic changes of that era. This research aims to analyze the architectural style and visual architectural elements of the colonial buildings within the Bakorwil Residency Building in Purwokerto. The method used is descriptive qualitative. Data collection was conducted through observation, literature review, and interviews. The research findings show that the architectural style of the Bakorwil Residency Building in Purwokerto was influenced by modern colonial architecture (1915-1940) and the Art Deco style.
AKULTURASI GAYA ARSITEKTUR KOLONIAL DAN CINA PADA BANGUNAN ROTI MRUYUNG, KOTA LAMA BANYUMAS Eva Priyanti; Revi Aulia Purbandini; Artanti Kusuma Ayu
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2025): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/bm6ndw50

Abstract

This study explores the architectural acculturation between Colonial and traditional Chinese styles as manifested in the Roti Mruyung building in Banyumas, a historic structure that reflects the intersection of two distinct cultural identities. This architectural fusion represents the socio-cultural dynamics of the colonial era and the interaction between the Chinese ethnic community and the local population. A descriptive qualitative method was employed to identify and analyze the architectural elements that demonstrate this stylistic blend. Data were collected through direct observation of the building's physical features, interviews with the building's owners and local cultural figures, and a literature review of relevant sources on colonial and Chinese architecture. The findings reveal that Roti Mruyung incorporates colonial architectural elements such as symmetrical layouts, large openings, and brick construction, which are harmoniously combined with traditional Chinese features, including ornaments, and other interior elements. This research highlights that architectural acculturation in the Roti Mruyung building is not only aesthetic but also rich in historical significance and cultural identity, underscoring the importance of its preservation.
TRANSFORMASI RUANG JALAN MENJADI RUANG SOSIAL – EKONOMI: STUDI KASUS AKTIVITAS KULINER MALAM DI GANG MAYONG, PURBALINGGA Revi Aulia Purbandini; Eva Priyanti; Artanti Kusuma Ayu
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/vastutara.v1i2.15441

Abstract

The transformation of streets into spaces for social and economic activities reveals how residents of small towns continuously negotiate their spatial and everyday lives. Gang Mayong in Purbalingga offers a vivid example: a vehicle corridor that appears ordinary by day transforms into a lively culinary street filled with interaction and sensory experiences at night. This transformation reflects a form of spatial adaptation born from the community’s creativity and collective effort to make the most of limited urban space. Through field observation, interviews, and morphological analysis, it becomes clear how simple elements—tents, folding tables, and modest lighting—blend with an oriental-style gate to create a distinctive hybrid visual identity. Amid the vibrant night economy, this space also serves as a social meeting ground that strengthens community ties. Yet, such dynamism brings new challenges, particularly regarding cleanliness and order. Therefore, adaptive and participatory design strategies are essential to ensure that this night culinary corridor continues to function not only as an arena for informal economic activity but also as a productive public space that preserves its oriental–vernacular character as an expression of local cultural identity.
STRATEGI KONSERVASI DAN EFISIENSI ENERGI PADA BANGUNAN DI INDONESIA: ROADMAP MENUJU NET ZERO BUILDING Eva Priyanti
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/vastutara.v1i2.15910

Abstract

Sektor bangunan merupakan salah satu penyumbang tertinggi konsumsi energi dan emisi karbon di Indonesia. Makalah ini membahas strategi konservasi dan efisiensi energi pada bangunan melalui kajian literatur tentang bangunan hijau, sistem sertifikasi Greenship, konsep intensitas konsumsi energi (IKE), dan prinsip desain pasif dan aktif. Kajian dilakukan dengan membandingkan pendekatan pada bangunan konvensional, bangunan hijau, high performance building, hingga net zero building dalam konteks teknologi, manajemen operasional, dan desain arsitektural. Makalah ini mencoba untuk menyusun rekomendasi strategi bertahap menuju bangunan net zero, termasuk audit energi, retrofitting sistem mekanikal-elektrikal, penerapan Building Management System, dan integrasi energi terbarukan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa konservasi dan efisiensi energi dapat dilakukan secara sistematis melalui roadmap jangka pendek, menengah, dan panjang. Strategi ini dapat diterapkan pada bangunan baru maupun existing building untuk mendukung penurunan emisi dan mencapai target energi berkelanjutan di Indonesia.
IDENTIFIKASI PRINSIP BIOKLIMATIK PADA RUMAH INDISCH DI KLAMPOK KABUPATEN BANJARNEGARA Eva Priyanti
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/tnq6e160

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan prinsip arsitektur bioklimatik pada rumah Indisch di Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, pengukuran fisik bangunan, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah Indisch di Klampok menerapkan strategi desain pasif melalui penggunaan dinding bata sebagai massa termal, bukaan besar dan bovenlicht sebagai pendukung ventilasi alami, plafon tinggi untuk meningkatkan sirkulasi udara, serta teras dan overstek sebagai elemen peneduh. Elevasi lantai setinggi 70 cm juga menunjukkan respons terhadap kelembapan tanah, genangan air hujan, dan cipratan air pada dinding bawah. Temuan ini menunjukkan bahwa rumah Indisch tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga memuat prinsip desain yang adaptif terhadap iklim tropis basah. Prinsip tersebut relevan sebagai pembelajaran bagi pengembangan bangunan tropis kontemporer yang kontekstual, hemat energi, dan berkelanjutan.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN ARSITEKTUR DI PROGRAM STUDI S1 ARSITEKTUR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Eva Priyanti
Jurnal Tuturan Vol 15 No 1 (2026): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jurnaltuturan.v15i1.12167

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola belajar mahasiswa, termasuk pada pendidikan arsitektur yang memiliki karakteristik pembelajaran visual, eksploratif, dan berbasis studio. Media sosial yang selama ini lebih banyak digunakan sebagai sarana komunikasi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pendukung pembelajaran arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial sebagai pendukung pembelajaran arsitektur di Program Studi S1 Arsitektur Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode implementatif. Pengumpulan data dilakukan melalui survei terhadap mahasiswa dan calon mahasiswa, observasi media sosial program studi, serta monitoring keterlibatan audiens terhadap konten edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa arsitektur memiliki kecenderungan memperoleh referensi pembelajaran melalui platform digital secara informal. Pemanfaatan media sosial melalui penyediaan konten edukatif, referensi desain, informasi perangkat lunak arsitektur, peluang kompetisi, serta pengembangan portofolio menunjukkan potensi media sosial sebagai sarana microlearning yang mendukung pembelajaran arsitektur di luar kelas. Selain memperluas akses terhadap sumber belajar, media sosial juga mendukung pembelajaran yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap karakteristik mahasiswa generasi digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial berpotensi menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran informal pada pendidikan arsitektur di perguruan tinggi.