Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep tauriyah sebagai salah satu gaya bahasa (muhassinat ma’nawiyah) dalam ilmu balaghah serta aplikasinya dalam ayat-ayat AlQur’an. Tauriyah merupakan teknik retorika di mana seorang penutur menggunakan kata tunggal yang memiliki dua makna: makna dekat (qarib) yang jelas namun tidak dimaksudkan, dan makna jauh (ba’id) yang samar namun merupakan tujuan sebenarnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tauriyah dalam Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai penghias estetika bahasa, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan ketuhanan yang mendalam, terutama dalam menjelaskan ayat-ayat mutasyabihat. Berdasarkan strukturnya, tauriyah diklasifikasikan menjadi empat jenis: mujarradah, murasysyahah, mubayyanah, dan muhayyaah. Melalui pemahaman terhadap tauriyah, pembaca dapat menangkap dimensi makna yang lebih kaya dan menghindari kesalahpahaman tekstual terhadap pesan-pesan Al-Qur'an.
Copyrights © 2025