Dalam mempelajari keindahan Al-Qur’an dalam Balaghatul Quran, kita mengenal istilah fashāhah atau kefasihan bicara. Agar sebuah kalimat dianggap fasih, ia harus terhindar dari tiga masalah utama: Tanâfur al-Hurûf (kata yang susah diucapkan), Gharābah (kata yang aneh/asing), dan Mukhâlafat alQiyâs (kata yang melanggar aturan tata bahasa). Tulisan ini dibuat untuk membahas bagaimana ketiga hal tersebut dilihat dalam perspektif Balāghah Al-Qur’an, dengan mengambil inspirasi dari pemikiran tokoh besar bernama ‘Abd al-Qāhir al-Jurjānī. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data dari berbagai buku dan artikel ilmiah, terutama kitab Dalā’il al-I’jāz. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat karena berhasil menyusun kata-kata yang sangat indah tanpa ada satu pun kata yang sulit diucap, terasa asing, atau salah aturan. Seperti pendapat al-Jurjānī, kehebatan Al-Qur’an bukan cuma karena bunyinya yang enak didengar, tapi karena ketepatan pemilihan katanya yang sangat pas dengan makna yang ingin disampaikan.
Copyrights © 2025