Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedalaman linguistik Q.S. As-Syu’ara: 224 melalui lensa Ilmu Balaghah dengan memfokuskan pada kontribusi intelektual akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) periode 2022-2026. Fokus kajian meliputi dekonstruksi ayat menggunakan trilogi Balaghah: Ilmu Ma’ani (analisis struktur kalimat), Ilmu Bayan (analisis majaz dan diksi), serta Ilmu Badi’ (estetika bunyi dan rima). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research) terhadap artikel jurnal terakreditasi SINTA dan Scopus yang ditulis oleh pakar linguistik UINSU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Jumlah Ismiyyah pada ayat 224 berfungsi sebagai penegasan teologis (tsubut) atas karakteristik penyair jahiliyah. Diksi "al-ghawun" dianalisis sebagai Majaz Mursal yang menggambarkan kesesatan emosional, sementara konsistensi Fashilah (rima) mengukuhkan i’jaz Al-Qur'an sebagai bentuk "proteksi Ilahi" yang membedakan wahyu dari produk puitis manusia. Kajian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan metodologi tafsir ilmi berbasis stilistika di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Copyrights © 2025