Penelitian ini bertujuan mengungkap pesan tersembunyi di balik komedi satir dalam film The Dictator (2012). Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model tiga dimensi Norman Fairclough yang mencakup analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Pada tingkat teks, film ini menggunakan kosakata bernuansa ancaman, humor sensitif, serta karakterisasi tokoh Aladeen yang brutal, otoriter, dan misoginis sehingga membentuk representasi Arab-Muslim sebagai kelompok yang berbahaya, irasional, dan tidak beradab. Pada tingkat praktik diskursif, unsur komedi berfungsi sebagai sarana penyebaran stereotip rasis yang dinormalisasi melalui hiburan. Pada tingkat praktik sosial, film ini merepresentasikan Timur Tengah sebagai wilayah kacau dan tidak stabil yang mendukung narasi ketakutan politik serta kepentingan geopolitik Barat. Dengan demikian, The Dictator tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media propaganda modern yang memperkuat perspektif Neo-Orientalisme terhadap dunia Timur dalam wacana global kontemporer. Penelitian ini menegaskan adanya konstruksi ideologis dalam representasi budaya populer global saat ini secara berkelanjutan tersebut.
Copyrights © 2026