Jurnal Sains Agro
Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro

Kemampuan Induksi Resistensi Campuran Bakteri Endofit Asal Tumbuhan Liar Terhadap Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Cabai

Nur Isnaini Ulfa (Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas pertanian Universitas Halu Oleo)
Andi Khaeruni (Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas pertanian Universitas Halu Oleo)
Vit Neru Satrah (Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas pertanian Universitas Halu Oleo)
Gusnawaty HS (Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas pertanian Universitas Halu Oleo)
Nuriadi Nuriadi (Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas pertanian Universitas Halu Oleo)
Muhammad Botek (Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas pertanian Universitas Halu Oleo)
Muhamad Azwar Syah (Jurusan Bioteknologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo)
Eka Febrianti (Jurusan Agroteknologi Fakultas pertanian Universitas Halu Oleo)
Rian Arini (Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas pertanian Universitas Halu Oleo)
La Ode Hikmal Abid (Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas pertanian Universitas Halu Oleo)
Tri Endrawati (Jurusan Agroteknologi Fakultas pertanian Universitas Islam Balitar)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2026

Abstract

Penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh F. oxysporum merupakan salah satu kendala utama produksi cabai merah (Capsicum annuum L.) di Sulawesi Tenggara, dengan potensi kerugian panen hingga 50%. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sintetis menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran lingkungan dan resistensi patogen, sehingga diperlukan alternatif pengendalian hayati yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan campuran bakteri endofit asal tumbuhan liar dalam menginduksi ketahanan tanaman cabai terhadap penyakit layu Fusarium. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Unit Fitopatologi dan di Rumah Kaca Lahan I Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo pada Bulan Juli sampai September 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuanĀ  yang diulang 3 kali sehingga terdapat total 24 unit percobaan, setiap unit terdiri dari 5 tanaman, sehingga populasi dalam penelitan ini adalah 120 tanaman. Penelitian menggunakan tiga isolat bakteri endofit asal tumbuhan liar, yaitu BK-3(2) dari batang kersen, BSR-7(1) dari batang suruhan, dan ASR-7(1) dari akar suruhan, yang diaplikasikan secara tunggal maupun kombinasi. Parameter yang diamati meliputi aktivitas enzim peroksidase, kadar asam salisilat, aktivitas enzim polifenol oksidase, dan keparahan penyakit layu Fusarium. Data dianalisis dengan sidik ragam dan apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan bakteri endofit terbukti mampu menginduksi ketahanan tanaman cabai. Perlakuan kombinasi BK-3(2)+BSR-7(1) dan BK+ASR+BSR secara konsisten memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan ketiga parameter enzim pertahanan tersebut. Tingkat keparahan penyakit pada perlakuan kombinasi BK-3(2)+BSR-7(1) dan BK+ASR+BSR tercatat paling rendah, yakni masing-masing 13,33%, dibandingkan kontrol sebesar 36,00%. Bakteri endofit menginduksi ketahanan tanaman melalui mekanisme Induced Systemic Resistance (ISR) dan Systemic Acquired Resistance (SAR). Disimpulkan bahwa konsorsium bakteri endofit asal tumbuhan liar efektif menginduksi resistensi tanaman cabai terhadap penyakit layu Fusarium.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

saingro

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Sains Agro Merupakan media yang bertujuan untuk mempublikasikan artikel dari peneliti yang berkaitan dengan ilmu Pertanian. Ruang Lingkup Jurnal Sains Agro adalah kajian ilmu agronomi, hortikultura, pembibitan, Ilmu Tanah, agroforestri, perlindungan tanaman, keanekaragaman tanaman dan ...