Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia dini di PAUD Tunas Harapan Bangsa. Kecerdasan emosional merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak yang mencakup kemampuan mengenali, memahami, mengelola, serta mengekspresikan emosi secara tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak usia dini, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan emosional anak masih bervariasi. Sebagian anak telah mampu mengenali dan mengekspresikan emosi dengan baik, namun masih terdapat anak yang belum mampu mengelola emosi secara optimal, seperti mudah marah, menangis berlebihan, serta kurang mampu berinteraksi sosial. Guru memiliki peran yang sangat penting sebagai pembimbing, fasilitator, dan teladan dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak. Upaya yang dilakukan guru antara lain melalui kegiatan bermain, bercerita, bernyanyi, serta kegiatan kelompok yang dapat menumbuhkan empati dan kerja sama. Namun demikian, terdapat kendala dalam pelaksanaannya, seperti perbedaan karakter anak dan kurangnya keterlibatan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru dan orang tua serta penggunaan strategi pembelajaran yang tepat agar perkembangan kecerdasan emosional anak dapat berkembang secara optimal.
Copyrights © 2026