Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan yang efektif memerlukan integrasi antara pemenuhan standar fasilitas dengan pemanfaatan potensi lokal guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersih, dan sehat bagi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen sarana dan prasarana berbasis keamanan dan kenyamanan anak di RA Jabal Nur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta pihak yang terlibat dalam pengelolaan sarpras. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan validasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sarpras di RA Jabal Nur dilakukan melalui identifikasi kebutuhan yang melibatkan kepala sekolah dan guru dengan memprioritaskan aspek keamanan dan kenyamanan selain standar administratif. Pengorganisasian dilakukan melalui penataan ruang belajar yang disesuaikan dengan aktivitas anak untuk memudahkan pengawasan dan mengurangi risiko cedera. Pemanfaatan sarana dan prasarana dilakukan secara aktif dalam pembelajaran sebagai stimulasi perkembangan kognitif, motorik, sosial, dan emosional. Pengawasan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi kerusakan sejak dini dan memastikan fasilitas tetap aman digunakan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan manajemen sarpras tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh efektivitas pengelolaan melalui perencanaan matang, pengorganisasian tepat, pemanfaatan optimal, serta pengawasan berkelanjutan. Model pengelolaan yang terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan ini berpotensi menjadi panduan praktis bagi lembaga PAUD/RA lain dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
Copyrights © 2026