Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Perkembangan teknologi informasi mendorong perguruan tinggi untuk untuk mengelola operasionalnya lebih efektif, efisien, dan akuntabel melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang terintegrasi. Namun, implementasi SIM di perguruan tinggi Indonesia masih sering menghadapi kegagalan akibat lemahnya proses perencanaan dan perancangan sistem sebelum tahap implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, metodologi, dan faktor-faktor kunci dalam perancanaan dan perancangan SIM pada manajemen pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustakan (library research), melalui analisis konten dan sintesis naratif terhadap berbagai literatur akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa SIM pendidikan tinggi yang komprehensif terdiri atas beberapa subsistem terintegrasi, meliputi sistem informasi akademik, keuangan, sumber daya manusia, penelitian dan pengabdian masyarakat, perpustakaan, asset, serta dashboard eksekutif. Perencanaan strategis SIM yang selaras dengan visi, misi, dan tujuan institusi (IT-Business Alignment) merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan implementasi. Terdapat tiga pendekatan metodologi perancnagan yang umum digunakan, yaitu System Development Life Cycle (SDLC), pedekatan agile/iterative, dan Enterprise Architecture (EA), yang masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan sesuai karakteristik institusi. Selain aspek teknis, tata Kelola TI (misalnya melalui kerangka COBIT5), analisis kebutuhan yang komprehensif, serta keterlibatan pemangku kepentingan juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implemetasi SIM tidak hanya ditentukan oleh faktor teknologi, tetapi juga oleh faktor manusia, organisasional, dan komitmen pimpinan institusi
Copyrights © 2026