Anemia pada remaja putri mampu memberikan dampak buruk seperti penurunan daya tahan tubuh hingga menyebabkan masalah yang serius pada saat nanti di masa kehamilan. Anemia pada remaja putri dikaitkan dengan defisiensi zat gizi besi akibat perilaku makan yang buruk dalam hal ini gangguan makan yang dipengaruhi oleh keterlibatan sosial dan kendali emosi seperti body image. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gangguan makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional, yang dilakukan di SMP/MTs di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo, Salatiga, Jawa Tengah, pada bulan Desember 2024. Sampel dipilih berdasarkan purposive sampling dengan kriteria siswi SMP/MTs kelas 7 yang berusia 13 –14 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 31 orang. Data gangguan makan diperoleh dari hasil kuesioner Eating Attitude Test (EAT-26). Data kadar hemoglobin (Hb) darah diperoleh dari data sekunder yaitu hasil pemeriksaan kesehatan siswa yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Tegalrejo. Analisis data menggunakan uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara gangguan makan dan kejadian anemia (p=0,632). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan makan tidak memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP/MTs di wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo.
Copyrights © 2026