Jurnal Ilmiah BioSmart
Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah BioSmart Volume 12 No. 1 2026

Dampak Limbah Cair dari Proses Pemotongan Ayam terhadap Kualitas Air Lingkungan Sekitar: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis

Aulia Nisa (uin smh banten)
Analekta Tria Perdana (Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2026

Abstract

Industri Rumah Potong Ayam (RPA) memegang peran krusial dalam pemenuhan kebutuhan pasokan protein hewani masyarakat, namun peningkatan kapasitas produksinya menghasilkan limbah cair berkekuatan tinggi (high-strength wastewater) yang mengancam ekosistem perairan. Karakteristik limbah organik ini dicirikan oleh tingginya konsentrasi Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS), lemak, serta nutrien spesifik seperti Nitrogen dan Fosfor. Pembuangan limbah tanpa pengolahan memadai secara langsung memicu penurunan Oksigen Terlarut (DO) ke batas kritis di badan air, karena tingginya BOD dan COD memerlukan oksigen masif untuk dekomposisi organik. Penelitian  ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis komprehensif dampak spesifik limbah cair dari proses pemotongan ayam terhadap kualitas air lingkungan melalui metode Tinjauan Pustaka Sistematis (Systematic Literature Review/SLR). Metodologi SLR yang diterapkan melibatkan tahapan identifikasi, penyeleksian ketat, dan analisis komparatif terhadap hasil temuan komprehensif dari 20 literatur utama yang telah terpilih secara selektif. Fokus tinjauan mencakup karakteristik limbah, eskalasi dampak lingkungan, dan evaluasi efektivitas teknologi pengolahan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistem dasar seringkali gagal memenuhi standar baku mutu lingkungan yang ditetapkan oleh pemerintah. Mitigasi efektif memerlukan implementasi sistem pengolahan terintegrasi. Sistem ini harus diawali tahapan sebelum pengolahan kuat guna menghilangkan kandungan lemak, diikuti proses biologis lanjutan seperti Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) atau Fitoremediasi (memanfaatkan Kangkung Air atau Eceng Gondok) yang terbukti signifikan sangat efektif mereduksi polutan organik persisten. Tren penelitian terkini juga mengindikasikan transisi menuju teknologi tersier seperti Membran Nanofiltrasi dan bioremediasi menggunakan Alga Hijau. Inovasi teknologi tersebut menawarkan potensi besar tidak hanya untuk memenuhi standar baku mutu ketat, melainkan juga untuk daur ulang air dan pemulihan sumber daya berupa biomassa serta biogas guna mendukung proses keberlanjutan lingkungan yang ekologis.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

biosmart

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education Immunology & microbiology Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Teaching and learning innovations, experiences, resources, strategies and assessments which enhance student understanding Curriculum development initiatives Strategies focussed on understanding of difficult concepts Teacher education initiatives Integration of technology into the curriculum. ...