Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan bertujuan memberikan perlindungan kesehatan melalui sistem klaim berbasis INA-CBGs. Namun, dalam praktiknya masih sering terjadi pending klaim, terutama pada layanan rawat inap. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab pending klaim BPJS rawat inap di Rumah Sakit X dengan fokus pada aspek pengkodean diagnosis. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menelaah dokumen rekam medis pasien periode Agustus–Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total pengajuan klaim sebesar 5.032, terdapat kasus pending klaim masing-masing 70 pada Agustus, 91 pada September, dan 77 pada Oktober. Faktor utama penyebab pending klaim adalah dokumentasi medis yang tidak lengkap, diagnosis utama yang tidak tepat, ketidaksesuaian penggunaan kode ICD-10 dengan kondisi klinis pasien, kurangnya hasil penunjang diagnostik, serta ketidakpatuhan terhadap pedoman INA-CBGs. Kesalahan administrasi dan kendala teknis sistem turut memperparah permasalahan. Temuan ini menegaskan pentingnya pencatatan diagnosis yang rinci, koordinasi antara dokter dan koder, serta peningkatan kompetensi pengkodean. Disarankan agar rumah sakit memperbaiki kualitas dokumentasi medis, menyelenggarakan pelatihan pengkodean secara rutin, dan memperkuat sosialisasi regulasi BPJS untuk meminimalisasi klaim tertunda serta menjaga keberlangsungan operasional rumah sakit. Â
Copyrights © 2026