Kulit adalah organ terbesar dan memainkan peran penting sebagai pelindung tubuh. Pada populasi geriatri, perubahan fisiologis pada kulit karena penuaan meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit kulit. Data lokal tentang karakteristik pasien geriatri dengan penyakit kulit masih terbatas, khususnya di Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ciri-ciri pasien geriatri dengan penyakit kulit di RSUD Ibnu Sina Makassar. Desain penelitian adalah studi deskriptif cross-sectional dengan total sampel 54 pasien geriatri (≥60 tahun) yang dirawat di Poliklinik Rawat Jalan Kulit dan Venerean RSP Ibnu Sina Makassar periode 2022–2024. Data diperoleh melalui rekam medis, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS dan Excel. Sebagian besar pasien berusia 60–74 tahun (74,1%), laki-laki (51,9%), dan PNS/pensiunan (57,4%). Sebanyak 74,1% pasien tidak memiliki komorbiditas; Diabetes Melitus adalah yang paling komorbid (13%). Penyakit kulit non-menular didominasi (50%), diikuti oleh infeksi jamur (25,9%), bakteri (16,7%), dan virus (7,4%). Diagnosis yang paling umum adalah pruritus pikun (20,4%), diikuti oleh tinea corporis (13%), serta dermatitis seboroik, lumut simpleks, dan herpes zoster masing-masing 7,4%. Pasien geriatri dengan penyakit kulit di Poliklinik Rawat Jalan RS Ibnu Sina Makassar periode 2022–2024 didominasi oleh usia 60–74 tahun, laki-laki, dan sebagian besar pekerjaan adalah PNS/pensiunan. Penyakit kulit non-menular, terutama pruritus senilis, adalah diagnosis yang paling umum. Edukasi tentang perawatan kulit lansia dan pendekatan pencegahan diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien geriatri.
Copyrights © 2026