Penelitian ini bermaksud mengupas secara global karya monumental seorang ulama besar abad ini, beliau adalah Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab tafsirnya “at-Tafsīr al-Munīr”. Secara khusus, penelitian ini menjelaskan dua pertanyaan, a) Benarkah “at-Tafsīr al-Munīr” memeiliki multi Metode dalam penafsirannya?, b) Bagaimana sampel beberapa ayat Al-Qur’an dari “at-Tafsīr al-Munīr” beserta penafsirannya yang menunjukan multi method?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik penelitian kepustakaan (Library research). Metode yang digunakan adalah teknik analisis isi (content analysis). Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa Tafsir ini cukup komprehenship, karena menggabungkan 4 metode sekaligus, yaitu: metode tahlilī (analisis), ijmālī (makna global), muqâran (perbandingan) dan maudhū’ī (tematik), walaupun yang lebih dominan tentu saja adalah metode tahlilī. Jika dikategorikan jenis tafsir, maka “at-Tafsīr al-Munīr” ini lebih dominan jenis tafsir bi ra’yi au bil aqli (ijtihad akal) dibandingkan dengan jenis tafsir bil ma’tsur (riwayat), makna lebih dominan bukan berarti “at-Tafsīr al-Munīr” meninggalkan riwayat dalam menafsirkan Al-Qur’an, melainkan porsi penggunaan akal lebih banyak dibandingkan dengan riwayat.
Copyrights © 2026