Diare masih menjadi masalah kesehatan utama di negara berkembang, termasuk Indonesia, dengan angka kejadian yang tinggi terutama pada anak usia bawah lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi lingkungan dan kejadian diare akut pada anak di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Makassar tahun 2025. Menggunakan desain cross sectional, sebanyak 52 responden dipilih dengan metode purposive sampling. Data diperoleh melalui rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38,5% anak mengalami diare akut. Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p = 0,000), usia anak (p = 0,000), dan kondisi lingkungan (p = 0,000) dengan kejadian diare akut. Anak perempuan, anak usia <1 tahun, serta mereka yang tinggal di lingkungan kurang baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami diare. Penelitian ini menegaskan bahwa kondisi lingkungan dan faktor perilaku menjadi determinan penting kejadian diare, sehingga perbaikan sanitasi dasar, akses air bersih, dan edukasi PHBS perlu diperkuat untuk menurunkan angka diare pada anak.
Copyrights © 2026