Penelitian deskriptif kualitatif ini mengkaji kebaharuan keterkaitan penyimpangan maksim Grice dan instrumen dialek Pekalongan sebagai salah satu faktor humor media lokal. Dari 8 episode program Matari Batik TV periode 2025–2026, ditemukan 8 data wacana humor teka-teki. Hasil analisis menunjukkan adanya penyimpangan maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Penelitian ini membuktikan bahwa batasan ideal maksim Grice bersifat luas dan dapat dinegosiasikan ulang melalui tiga instrumen linguistik lokal, yakni perubahan fonem, sapaan lokal, dan pemaknaan kontekstual berbasis kebiasaan masyarakat sehari-hari. Kebaharuannya terletak pada penemuan bahwa dialek lokal bertindak aktif sebagai alat bantu pemikiran yang memicu ketidaksesuaian (incongruity) harapan dan kenyataan pada logika penonton, bukan sekadar variasi tutur pasif. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi fungsi sosial humor dialek melalui pendekatan sosiolinguistik atau psikolinguistik.
Copyrights © 2026