Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar di sekolah. Tingginya angka kejadian dismenore mendorong perlunya penanganan nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan minim efek samping, salah satunya melalui terapi kompres air hangat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi kompres air hangat terhadap penurunan skala nyeri dismenore pada remaja putri. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2026 di UPT SPF SMP Negeri 1 Sunggal dengan jumlah sampel sebanyak 36 remaja putri yang mengalami dismenore, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian terapi kompres air hangat bersuhu 40–45°C selama 15–20 menit pada area abdomen bawah. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Rata-rata skala nyeri dismenore sebelum intervensi sebesar 6,65±1,268 dan menurun menjadi 3,75±1,293 setelah pemberian terapi kompres air hangat. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05) yang menandakan adanya pengaruh signifikan terapi kompres air hangat terhadap penurunan skala nyeri dismenore pada remaja putri. Terapi kompres air hangat efektif dalam menurunkan skala nyeri dismenore sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis yang mudah, aman, dan praktis diterapkan oleh remaja putri.
Copyrights © 2026