Keputihan berulang pada pasien dengan lesi genital dapat menimbulkan tantangan diagnostik karena gejala klinis tidak selalu mencerminkan infeksi aktif. Laporan kasus ini bertujuan menunjukkan manfaat pewarnaan Gram serial dan skor Nugent sebagai pemeriksaan mikrobiologi sederhana untuk membantu mengarahkan tata laksana pada pasien kondiloma akuminata dengan keputihan berulang. Dilaporkan perempuan 24 tahun dengan kondiloma akuminata dan keputihan. Pemeriksaan Gram sekret vagina awal menunjukkan epitel 1+/lapang pandang kecil, tanpa leukosit, basil Gram positif 2+/lapang pandang besar, basil Gram negatif 3+/lapang pandang besar, tanpa yeast, pseudohifa, maupun clue cell, dengan skor Nugent 5 yang sesuai dengan flora vagina intermediat. Pasien mendapat elektrokauterisasi dan terapi berdasarkan pertimbangan klinis-mikrobiologis. Sekitar tiga minggu kemudian, pasien kembali dengan keluhan berulang. Pemeriksaan Gram ulang menunjukkan epitel 1+/lapang pandang kecil, leukosit 1+/lapang pandang kecil, basil Gram positif 4+/lapang pandang besar, basil Gram negatif 2+/lapang pandang besar, tanpa yeast, pseudohifa, maupun clue cell, dengan skor Nugent 2 yang sesuai dengan flora normal dominan Lactobacillus. Pewarnaan Gram serial membantu menilai bahwa keluhan berulang tidak didukung oleh bukti mikroskopis bacterial vaginosis atau kandidiasis aktif, sehingga tata laksana dapat lebih terarah dan penggunaan obat yang tidak sesuai dapat dihindari. Modalitas ini sederhana, cepat, murah, dan aplikatif pada fasilitas kesehatan dengan keterbatasan diagnostik.
Copyrights © 2026