Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga Federal Funds Rate (The Fed), dan pertumbuhan ekonomi Indonesia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode 2005–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) tahunan. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Sebelum dilakukan estimasi model, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas untuk memastikan bahwa model regresi memenuhi persyaratan statistik. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji F untuk menguji pengaruh variabel independen secara simultan, uji t untuk menganalisis pengaruh masing-masing variabel secara parsial, serta koefisien determinasi (R²) untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi IHSG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi seluruh asumsi klasik sehingga layak digunakan dalam analisis. Pengujian simultan membuktikan bahwa inflasi, suku bunga The Fed, dan pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Sementara itu, hasil uji parsial menunjukkan bahwa hanya suku bunga The Fed yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG, sedangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Nilai koefisien determinasi sebesar 52,4% mengindikasikan bahwa variasi IHSG dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam model, sedangkan 47,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor maupun pembuat kebijakan dalam memahami pengaruh kondisi makroekonomi terhadap dinamika pasar modal Indonesia.
Copyrights © 2026