Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6

A Severe Overlap Syndrome Artritis Reumatoid Dan Lupus Eritematosus Sistemik Dengan Kolelitiasis: Laporan Kasus

Ika Artini (Fakultas kedokteran Universitas Malahayati, lampung. Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, RSUP Dr. Mohammad Hoesin, Palembang, Indonesia)
Surya Darma (Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia)
Tria Ayu Pratiwi (Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, RSUP Dr. Mohammad Hoesin, Palembang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Rhupus syndrome merupakan sindrom tumpang tindih yang jarang terjadi antara artritis reumatoid (AR) dan lupus eritematosus sistemik (LES), dengan manifestasi klinis dan imunologis kedua penyakit secara bersamaan. Kasus ini penting karena menunjukkan kombinasi Rhupus syndrome dengan anemia hemolitik autoimun (AIHA) berat, perdarahan saluran cerna akibat penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan kolelitiasis yang jarang dilaporkan sehingga menimbulkan tantangan diagnosis dan tata laksana. Seorang perempuan berusia 58 tahun datang dengan keluhan nyeri sendi kronik disertai deformitas multipel. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan faktor reumatoid reaktif, kadar anti-cyclic citrullinated peptide (anti-CCP) meningkat, ANA positif dengan titer 1:320, direct Coombs test positif, kadar komplemen C3 dan C4 menurun, serta kadar hemoglobin 4,45 g/dL. Pemeriksaan radiologi mendukung diagnosis artritis reumatoid, sedangkan temuan imunologis memenuhi kriteria lupus eritematosus sistemik (LES) aktif dengan komplikasi anemia hemolitik autoimun (AIHA). Ultrasonografi abdomen menunjukkan kolelitiasis, sementara endoskopi saluran cerna memperlihatkan gastritis kronis sebagai penyebab perdarahan saluran cerna yang berkaitan dengan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Pada fase akut, pasien mendapat transfusi darah, kortikosteroid sistemik, hidroksiklorokuin, inhibitor pompa proton, serta terapi suportif. Pemberian metotreksat (MTX) sebagai conventional synthetic disease-modifying antirheumatic drug (csDMARD) ditunda mengingat adanya perdarahan saluran cerna dan kondisi klinis yang belum stabil. Setelah terjadi perbaikan klinis, peningkatan kadar hemoglobin, serta stabilisasi parameter laboratorium, pasien melanjutkan terapi siklosporin sebagai imunosupresan dan metotreksat sebagai terapi csDMARD untuk mengendalikan manifestasi artritis.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kesehatan

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, ...