Hipertensi adalah penyakit kronis terapi jangka panjang dengan penggunaan beberapa obat sekaligus yang berisiko menimbulkan interaksi obat yang dapat mengurangi efektivitas dan meningkatkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat pada pasien hipertensi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung. Metode yang digunakan observasional deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Januari–Maret 2025. Analisis interaksi obat menggunakan database DrugsBank dan Drugs.com serta diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan interaksi minor, moderat, dan mayor. Hasil karakteristik pasien dengan jenis kelamin perempuan (53%), usia ≥ 60 tahun (69%), dan penyakit penyerta dislipidemia (19%). Penggunaan obat antihipertensi terapi tunggal yaitu golongan calcium channel blocker (CCB) (22%). Penggunaan obat antihipertensi berdasarkan terapi kombinasi yaitu golongan calcium channel blocker (CCB) dan angiotensin receptor blocker (ARB) (16%). Potensi interaksi seluruh obat yang digunakan tingkat mayor (7%) moderat (75%), minor (18%). Tingkat keparahan potensi interaksi obat antihipertensi dengan obat antihipertensi mayor (37%) moderat (38%), minor (30%). Tingkat keparahan potensi interaksi obat antihipertensi dengan obat lainnya mayor (4%) moderat (81%), minor (15%). Evaluasi dan pemantauan rutin pada pengobatan hipertensi sangat penting untuk keamanan dan efektivitas terapi.
Copyrights © 2026