Ade Maria Ulfa
Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Variasi Karagenan dan Virgin Coconut Oil Terhadap Evaluasi Fisik dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Losio Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Aulia Fitri Handayani Siregar; Ade Maria Ulfa; Nofita Nofita
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.353

Abstract

Antioksidan ialah suatu zat yang dalam konsentrasi kecil dapat mencegah atau menghambat oksidasi pada sebuah substrat yang dihasilkan oleh senyawa radikal bebas. Bunga telang suatu tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi karagenan dan VCO dalam sediaan losio ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap uji evaluasi fisik dan aktivitas antioksidan. Ekstraksi bunga telang memakai teknik maserasi dengan pelarut air lalu di freeze dry pada suhu -50°C selama 48 jam. Hasil rendemen ekstrak yang didapat yaitu 29,33%. Hasil uji evaluasi fisik sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan dan VCO pada F I, F II, dan F III mempengaruhi uji evaluasi fisik diamati dari hasil yang memenuhi persyaratan sesuai dengan SNI-16-3499-1996. Sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan dan VCO memiliki pengaruh terhadap aktivitas antioksidan diamati dari nilai IC50, dan sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan 1% dan VCO 5% memiliki nilai IC50 yang paling baik sebesar 23,92 ppm yang jika dilihat berarti memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat pada seri konsentrasi <50 ppm. Namun jika dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sediaan losio formula I, formula II, dan formula III memiliki pengaruh sebesar 26% dari variasi karagenan dan VCO terhadap aktivitas antioksidan.
Analisis Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Hipertensi Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Ripi Vania Adha Rinjani; Martianus Perangin Angin; Ade Maria Ulfa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23645

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis terapi jangka panjang dengan penggunaan beberapa obat sekaligus yang berisiko menimbulkan interaksi obat yang dapat mengurangi efektivitas dan meningkatkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat pada pasien hipertensi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung. Metode yang digunakan observasional deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Januari–Maret 2025. Analisis interaksi obat menggunakan database DrugsBank dan Drugs.com serta diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan interaksi minor, moderat, dan mayor. Hasil karakteristik pasien dengan jenis kelamin perempuan (53%), usia ≥ 60 tahun (69%), dan penyakit penyerta dislipidemia (19%). Penggunaan obat antihipertensi terapi tunggal yaitu golongan calcium channel blocker (CCB) (22%). Penggunaan obat antihipertensi berdasarkan terapi kombinasi yaitu golongan calcium channel blocker (CCB) dan angiotensin receptor blocker (ARB) (16%). Potensi interaksi seluruh obat yang digunakan tingkat mayor (7%) moderat (75%), minor (18%). Tingkat keparahan potensi interaksi obat antihipertensi dengan obat antihipertensi mayor (37%) moderat (38%), minor (30%). Tingkat keparahan potensi interaksi obat antihipertensi dengan obat lainnya mayor (4%) moderat (81%), minor (15%). Evaluasi dan pemantauan rutin pada pengobatan hipertensi sangat penting untuk keamanan dan efektivitas terapi.
FORMULASI DAN UJI KELEMBAPAN HAND BODY LOTION EKSTRAK ETANOL KULIT PEPAYA (Carica papaya L.): Formulation And Moisture Test Of Hand Body Lotion From Ethanol Extract Of Papaya Peel (Carica Papaya L.) Fayza Mahadhiti; Ade Maria Ulfa; Vito Zhafran Octonariz
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 15 No. 1 (2026): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/gx74np36

Abstract

Papaya peel (Carica papaya L.) can be used as a natural cosmetic ingredient because it contains flavonoids that provide skin moisturizing effects. This study aimed to formulate and evaluate the effectiveness of a hand body lotion containing ethanol extract of papaya peel as a skin moisturizer. Formulations were prepared at 2%, 4%, and 6%. The extraction process used the percolation method with 70% ethanol as the solvent, yielding of 51.7%. The lotion was evaluated using physical tests, cream-type tests, irritation tests, occlusivity tests, and clinical moisturization tests. All formulations met the physical parameter requirements. The moisturizing test was conducted clinically on volunteers to assess on skin hydration levels. The most effective moisturizing effect among the three formulations was observed with formulation 3, containing 6% extract concentration, which showed a 35.30% increase in skin moisture after 28 days of application, indicating optimal performance. Therefore, the higher the concentration of papaya peel extract, the greater the increase in skin moisture. The conclution of this study is ethanol extract of papaya peel is effective when formulated into a hand body lotion and can significantly improve skin hydration. Keywords: Formulation, Hand Body Lotion, Moisture, Papaya Peel
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sunscreen Krim Kombinasi Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) dengan Daun Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) Sebagai Antioksidan dan SPF Inayah Inayah; Putri Amalia; Ade Maria Ulfa
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1080

Abstract

Daun ubi jalar ungu dan daun ungu memiliki aktivitas antioksidan serta sunscreen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik krim sunscreen berbasis minyak dalam air (M/A) yang diformulasikan dengan kombinasi ekstrak daun ubi jalar ungu dan ekstrak daun ungu dalam berbagai konsentrasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan dalam sediaan krim konsentrasi F0 (0%), F1 (3%:3%), F2 (4%:2%), dan F3 (2%:4%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas, aktivitas antioksidan (metode DPPH), serta penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF). Hasil menunjukkan ekstrak daun ubi jalar ungu dan ekstrak daun ungu positif mengandung fenolik, alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid. Daun ubi jalar ungu negatif steroid. Seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang baik, dengan krim berwarna hijau tua hingga hijau muda,  pH 6,47 – 8,40, daya sebar 5,1 – 6,8 cm, daya lekat 11,78 – 47,35 detik, viskositas sebelum stabilitas (5462 – 8838 cPs) dan setelah stabilitas (1427 – 6047 cPs). Nilai IC50 sebelum stabilitas F1 (67.60 ppm), F2 (57.82 ppm), F3 (49.96 ppm). Nilai IC50 setelah stabilitas F1 (173.89 ppm), F2 (160.30 ppm), F3 (148.70 ppm). Nilai SPF sebelum stabilitas F1 (3,39), F2 (1,07), F3 (1,00). Nilai SPF setelah stabilitas F1 (1,85), F2 (2,07), F3 (2,49). Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada pH dan aktivitas antioksidan setelah uji stabilitas (p<0,05). Kesimpulannya, krim kombinasi ekstrak daun ubi jalar ungu dengan ekstrak daun ungu ini berpotensi sebagai sunscreen alami dengan aktivitas antioksidan sedang dan proteksi minimal, namun masih memerlukan optimasi formula untuk meningkatkan efektivitas dan stabilitas.