Banten merupakan pelabuhan yang menjadi tempat perniagaan internasional pada awal Masehi. Masjid Agung Banten diperkirakan berdiri pada tahun 1556 saat kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570 M). Tujuan dibuatnya artikel ini untuk mengetahui fungsi sosial keagamaan Masjid Banten Lama di masa lalu hingga sekarang ini. Studi ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode pada penelitian ini juga menggunakan Systematic Literature Review (SLR). Kawasan Masjid Agung Banten ini diurus oleh Badan Kenadziran Kesultanan Maulana Hasanuddin Banten. Masjid Agung Banten mempunyai luas kawasan 1,3 hektar dan memiliki dinding pagar yang dihiasi dengan arsitektur bercorak Eropa, Tiongkok dan Hindu. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan, dapat disimpulkan bahwa Masjid Banten Lama di masa lalu berperan sebagai tempat ibadah, dakwah dan syiar agama. Di masa kini terdapat tambahan beberapa kegiatan sosial keagamaan yang diadakan seperti buka puasa bersama saat Ramadhan, tasyakuran, santunan yatim piatu, dan ziarah makam.
Copyrights © 2026