Tidaklah sulit bagi orang percaya untuk menerima dan menerapkan toleransi sebab istilah ini dianggap sebagai bentuk implementasi ajaran Yesus tentang kasih. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana kita dapat menerapkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Tulisan ini hendak menjawab pertanyaan tersebut dengan memakai pendekatan penelitian kepustakaan. Penulis mengumpulkan berbagai sumber yang membahas topik ini baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kemudian mengkajinya dari sudut pandang biblika. Kesimpulan yang didapat adalah toleransi bukanlah kompromi terhadap kebenaran. Bersikap toleran juga bukan berarti umat percaya harus mengorbankan hak kewarganegaraannya dengan membiarkan hak beribadahnya ditekan. Diskursus ini diharapkan dapat memperluas pemahaman umat tentang bagaimana berkontribusi dalam membangun kerukunan di Indonesia.
Copyrights © 2026