ABSTRACT Modernization and globalization have significantly influenced the existence of cultural and Islamic values within the Malay-Minangkabau community, creating a need to strengthen local values grounded in religion. The philosophy of “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK) serves as a guiding principle that integrates customary law and Islamic teachings in shaping the community’s identity and moral values. This study aims to examine the relationship between Islamic and Malay values within the ABS-SBK philosophy as a foundation for social character formation. This research employs a qualitative approach using a literature review method based on various scholarly sources such as journals, books, and articles related to Malay culture and Islamization in Minangkabau society. Data were analyzed descriptively to understand the integration of Islamic and customary values in social life. The findings indicate that ABS-SBK represents a harmonious integration of custom and Islamic law developed through historical processes and Islamization. The values embedded in this philosophy include religious, social, and moral dimensions reflected in education, leadership, and community life. These values shape a society characterized by religiosity, ethics, deliberation, and mutual cooperation. In conclusion, ABS-SBK remains relevant as a foundation for strengthening cultural identity and character education in the face of modernization, while maintaining a balance between spiritual values and contemporary development. ABSTRAK Arus modernisasi dan globalisasi telah memengaruhi eksistensi nilai-nilai budaya dan keislaman dalam masyarakat Melayu-Minangkabau, sehingga diperlukan penguatan kembali nilai lokal berbasis agama. Falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK) hadir sebagai pedoman integrasi antara adat dan Islam dalam membentuk identitas dan moralitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan nilai Islam dan nilai Melayu dalam falsafah ABS-SBK sebagai dasar pembentukan karakter sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan artikel terkait budaya Melayu dan Islamisasi Minangkabau. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami integrasi nilai Islam dan adat dalam kehidupan sosial masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa ABS-SBK merupakan bentuk harmonisasi adat dan syariat Islam yang berkembang melalui proses historis dan islamisasi. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi aspek religius, sosial, dan moral yang tercermin dalam pendidikan, kepemimpinan, dan kehidupan sosial masyarakat. Nilai tersebut membentuk karakter masyarakat yang religius, beretika, dan menjunjung musyawarah serta gotong royong. Kesimpulannya, ABS-SBK tetap relevan sebagai landasan penguatan identitas budaya dan pendidikan karakter di tengah tantangan modernisasi, sekaligus menjaga keseimbangan antara nilai spiritual dan perkembangan zaman.
Copyrights © 2026