Sektor transportasi merupakan salah satu kontributor utama pencemaran udara yang menghasilkan emisi partikulat baik dari gas buang kendaraan maupun sumber non-knalpot seperti resuspensi debu jalan akibat aktivitas kendaraan bermotor. Emisi partikulat seperti Total Suspended Particulate (TSP), PM10, dan PM2,5 berpotensi menurunkan kualitas udara ambien serta berdampak terhadap kesehatan manusia. Besarnya emisi dan pola penyebarannya dipengaruhi oleh aktivitas kendaraan, kondisi jalan, serta faktor meteorologi termasuk musim hujan dan musim kemarau. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung beban emisi partikulat berupa TSP, PM10, dan PM2,5 yang berasal dari emisi gas buang dan resuspensi kendaraan bermotor serta menganalisis pola sebaran konsentrasi partikulat terhadap kualitas udara ambien di sekitar area kegiatan menggunakan pendekatan model dispersi udara pada kondisi musim hujan dan musim kemarau. Perhitungan beban emisi dilakukan menggunakan pendekatan faktor emisi, kemudian nilai laju emisi digunakan sebagai input model dispersi untuk mensimulasikan distribusi spasial konsentrasi partikulat. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa konsentrasi partikulat tertinggi berada di sekitar jalur lalu lintas dan menurun seiring bertambahnya jarak dari sumber emisi, dengan kontribusi resuspensi yang lebih dominan terutama pada musim kemarau akibat kondisi jalan yang lebih kering.
Copyrights © 2026