INTISARI Latar belakang : Masalah kesehatan stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Kejadian balita pendek atau disebut stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Salah satu Stunting pada bayi dan balita dapat dipengaruhi oleh pemberian ASI dan makanan tambahan, yaitu MP-ASI. MP-ASI diberikan dalam rangka mencukupi kebutuhan gizi pada saat usia 6–24 bulan yang tidak dapat tercukupi apabila hanya diberikan ASI. Periode usia 6–24 bulan merupakan periode kritis pertumbuhan linier. Periode ini menjadi periode puncak prevalensi stunting di negara berkembang salah satunya Indonesia, yaitu terkait dengan kebutuhan gizi yang tinggi dengan kualitas dan kuantitas makanan tambahan terbatas, yaitu MP- ASI. Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI di Puskesmas Imogiri II Bantul. Metode Penelitian : Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel Hasil Penelitian : Pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-24 bulan di Puskesmas Imigiri II Bantul terdapat 60% (18) responden memiliki pengetahuan Baik, 33% (10) responden memiliki pengetahuan Cukup dan 7% (2) responden memiliki pengetahuan kurang. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI bayi umur 6- 24 bulan di Puskesmas Imogiri II Bantul termasuk dalam kategori baik Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Pemberian MP-ASI ABSTRACT Background: The health problem of stunting in Indonesia is still quite high. The incidence of short toddlers or what is called stunting is a condition where toddlers have less height compared to their age. One of the things that stunting in babies and toddlers can be is influenced by giving breast milk and additional food, namely MP-ASI. MP-ASI is given in order to meet nutritional needs at the age of 6-24 months which cannot be met if only breast milk is given. The age period 6–24 months is a critical period of linear growth. This period is the peak period for the prevalence of stunting in developing countries, one of which is Indonesia, which is related to high nutritional needs with limited quality and quantity of additional food, namely MP-ASI. Research Objective: To determine the level of knowledge of mothers regarding the provision of complementary foods for breast milk at the Imogiri II Bantul Community Health Center. Research Method: The approach used in this research is a quantitative approach. The sample in this research was taken using the accidental sampling method, that is, anyone who happened to meet the researcher could be used as a sample Research Results: Mothers' knowledge about giving MP-ASI to babies aged 6-24 months at the Imigiri II Bantul Community Health Center showed that 60% (18) of respondents had good knowledge, 33% (10) of respondents had sufficient knowledge and 7% (2) of respondents had good knowledge. have less knowledge. Conclusion: The level of knowledge of mothers regarding giving MP-ASI to babies aged 6-24 months at the Imogiri II Bantul Community Health Center is included in the good category Keywords: Level of Knowledge, Giving MP-ASI
Copyrights © 2026