Pajanan tembakau dan polusi udara menjadi kontributor besar beban penyakit paru, sementara penerapan kebijakanruang bebas asap dan intervensi pengendalian polusi belum merata.1,2 Metode yang digunakan adalah menggabungkanedukasi partisipatif, layanan berhenti merokok yang dipandu tenaga kesehatan, dan promosi praktik bersih di rumahtangga (ventilasi, kompor lebih bersih). Kegiatan ini dilaksanakan di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung yang dihadirioleh tenaga medis dan masyarakat umum dengan dukungan dari IDI Provinsi untuk menyukseskan pencegahan rokokdan polusi di Indonesia melalui pendekatan terpadu berbasis bukti. Hasil yang diperoleh adalah tenaga medis danmasyarakat sudah memahami bagaimana manajemen pencegahan rokok dan polusi.
Copyrights © 2026