cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 332 Documents
Cover JPM JPM, Admin
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1131

Abstract

Cover JPM
Peningkatan Pengetahuan Ibu Usia Reproduktif melalui Penyuluhan dan Simulasi tentang ASI Eksklusif untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Way Kandis Bandarlampung Aditya, Muhammad; Utama, Winda Trijayanthi; Puspitasari, Ratna Dewi; Nareswari, Shinta
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1135

Abstract

Masih kurangnya kesadaran ibu-ibu terdapat kebiasaan masyarakat memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif 6 bulan dengan alasan bayi rewel dan baik-baik saja jika diberi susu tambahan. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif dan pelaksanaannya. Oleh sebab itu, perlu diberikan informasi mengenai ASI eksklusif melalui media penyuluhan. Metode yang digunakan dalam peningkatan pengetahuan ini adalah dengan memberikan penyuluhan berupa ceramah interaktif dan penayangan video sedangkan untuk penerapan perilaku dilakukan dengan latihan atau simulasi. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu-ibu usia reproduktif yang ada di wilayah kerja Puskesmas Way Kandis, Kota Bandarlampung. Setelah dilakukan peyuluhan dan simulasi peserta sudah mengetahui tentang cara memberikan ASI eksklusif dan menyimpan air susu ibu perasan (ASIP) yang baik serta benar dengan hasil post-test seluruhnya di atas 80%.Simpulan, peningkatan pengetahuan akan meningkatkan pemahaman akan pentingnya pemberian ASI yang benar. Dengan pemahaman yang baik akan membentuk perilaku pemberian ASI yang baik, sehingga padaakhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.Kata kunci: air susu ibu eksklusif, peningkatan pengetahuan, penyuluhan
Pencegahan Kecacingan dan Peningkatan Status Gizi Siswa Sekolah Dasar untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan Zuraida, Reni; Warganegara, Efrida; Sumekar, Dyah Wulan; Aprilliana, Ety
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1136

Abstract

Anak sekolah merupakan aset atau modal utama pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan, dan dilindungi kesehatannya. Salah satu penyakit yang banyak diderita oleh anak-anak, khususnya usia sekolah dasar adalah penyakit infeksi kecacingan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pramono tahun 2011 pada siswa sekolah dasar Bandarlampung didapatkan prevalensi kecacingan pada siswa sebesar 26,7%. Hal ini masih tinggi jika dibandingkan dengan target pemerintah yaitu <10%. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk peningkatan pemahaman dan perilaku siswa akan kecacingan dan mengetahui cara pengukuran status gizi. Pemecahan masalah yang diterapkan pada kegiatan ini mencakup demontrasi melihat telur cacing yang ada pada tinja manusia dengan cara melihat telur cacing tersebut dari mikroskop. Pengukuran status gizi siswa secara antropometri (umur, berat badan, tinggi badan) dan mengkategorikannya (kurus, normal, gemuk, dan obesitas) sesuai standar penilaian status gizi menurut standar pertumbuhan WHO. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2015 di SDN 5 Merak Batin, Natar, Lampung Selatan. Kegiatan penyuluhan mengenai kecacingan pada jajanan anak sekolah ini diikuti oleh 160 orang siswa. Setelah mendapatkan penyuluhan tentang materi morfologi dan siklus hidup cacing, penyebab/cara penularan cacing serta akibat kecacingan, maka pengetahuan siswa-siswa SDN 5 Merak Batin sebagai kelompok berisiko menjadi meningkat. Penyuluhan yang berkelanjutan tentang morfologi dan siklus hidup cacing, penyebab/cara penularan cacing serta akibat kecacingan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya dampak berbahaya baik kesehatan.Kata Kunci: kecacingan, Lampung, SD, siswa.
Upgrading Knowledge Mengenai Hipertensi Di Tejoagung, Metro Timur, Kota Metro Ramadhian, M. Ricky; Mutiara, Hanna
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1137

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab meningkatnya risiko penyakit stroke, jantung, dan ginjal. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia sebesar 26,3%. Berdasarkan data di atas maka perlunya upaya promotif pada pelayanan kesehatan. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh 21 orang bapak-bapak di Desa Tejoagung, Metro Timur, Kota Metro. Penyuluhan ini dilakukan di Mesjid Nurul Huda, Desa Tejoagung, Metro Timur, KotaMetro. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai hipertensi diharapkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Tejoagung, Metro Timur, Kota Metro.Kata Kunci: hipertensi, penyuluhan, promotif
Peningkatan Pemahaman Masyarakat tentang Pencegahan Demam Berdarah di Kampung Baru Lisiswanti, Rika; Aprilliana, Ety; Saputra, Oktadoni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1138

Abstract

Indonesia merupakan daerah tropis, yang terletak di Asia Tenggara. Indonesia merupakan daerah tertinggi angka kejadian Demam Beradah Dengue (DBD). Provinsi Lampung dikategori merah dengan risiko kasus tinggi. Masalah demam berdarah merupakan masalah kesehatan yang merupakan tanggung jawab kita bersama. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung merupakan salah salah satu institusi yang mempunyai peran dalam mencegah demam berdarah. Salah satu caranya adalah melakukan pengabdian dengan metode edukasi kepada masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan demam berdarah. Pengabdian dilaksanakan dengan menyebarkan brosur, media presentasi, dan ceramah. Hasil pre-testerdapat 56% masyarakat kurang paham tentang demam berdarah. Setelah pos-tes masyarakat yang paham mengenai demam berdarah sebanyak 75,60% dan cukup paham 24%. Pemahaman masyarakat Kelurahan Kampung Baru tentang pencegahan demam berdarah meningkat setelah dilakukan penyuluhan.Keyword: demam berdarah, peningkatan pemahaman, media penyuluhan
Penyuluhan dan Pelatihan Brain Gym untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak Balita pada Guru-Guru TK Arraudah di Bandarlampung Nisa, Khairun; Carolia, Novita; Widarti, Indri; Wibowo, Adityo
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1139

Abstract

Dalam perkembangan anak terdapat masa kritis yang diperlukan rangsangan atau stimulasi yang berguna agar potensi berkembang sehingga perlu mendapat perhatian. Perkembangan psikososial sangat dipengaruhi lingkungan dan interaksi antara anak dengan orangtua atau orang dewasa lainnya. Perkembangan anak akan optimal bila interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya. Seorang anak akan dapat melakukan koordinasi gerakan tangan, kaki maupun kepala secara sadar setelah saraf-saraf maupun otot bagian organ telah berkembang secara memadai. Artinya bahwa perkembangan kognitif harus diiringi dengan kematangan fisiologis. Salah satu cara untuk meningkatkan fungsi kognitif pada balita yaitu brain gym. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk memberikan pengetahuan pada khalayak sasaran dilanjutkan dengan pelatihan brain gym. Kegiatan ini bekerjasama dengan pihak pengelola dan guru-guru TK Arraudah, Bandarlampung. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses, dan evaluasi akhir dengan menggunakan pre-test dan post-test. Berdasarkan data hasil pengamatan pre-test, diketahui 50,75% peserta mempunyai pengetahuan kurang dan 49,25% peserta telah memiliki pengetahuan yang cukup. Dari hasil posttest didapatkan 10% peserta cukup paham, 50% telah memiliki pengetahuan yang baik dan 40% sangat baik.Simpulan, terdapat peningkatan pengetahuan tentang brain gym untuk meningkatkan kecerdasan balita.Kata Kunci: balita, brain gym, kognitif
Optimalisasi Peran Pos Pemberdayaan (Posdaya) dalam Peningkatan Angka Penemuan Kasus (Case Detection Rate) Tuberculosis Paru dan Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) pada Masyarakat di Kecamatan Wates, Kabupaten Lampung Tengah Saftarina, Fitria; Sumekar, Dyah Wulan; Lisiswanti, Rika
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1140

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Tuberkulosis masih menduduki peringkat ke-3 sebagai penyebab utama kematian di dunia. Salah satu indikator yang dipakai untuk mengukur keberhasilan Program Penanggulangan TB adalah tercapainya angka penemuan penderita (case detection rate/CDR) secara bertahap mencapai 70% dari perkiraan semua penderita baru BTA positif. Berdasarkan data dari Puskesmas Wates, angka penemuan kasus baru/CDR tahun 2014 masih 56%. Angka ini masih jauh dari target yaitu 70%, untuk itu diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan CDR. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah 30 orang anggota posdaya di Kecamatan Wates, Kabupaten Lampung Tengah. Solusi pemecahan masalah berupa pelatihan dan pemberian materi tentang TB paru, cara penularan, gejala klinis orang yang terkena penyakit TB paru, pengobatan dan pencegahan TB paru yang dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif, serta penilaian dengan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dengan nilai posttest seluruh peserta di atas 70%. Simpulan, pendidikan kesehatan yang berkelanjutan mengenai penyakit TB Paru dan pencegahannya perlu dilakukan secara rutin di tempat-tempat yang berisiko tinggi dan diharapkan anggota posdaya dapat menyebarkan pengetahuan anggota masyarakat kepada anggota masyarakat yang lain.Kata Kunci: bakteri tahan asam, case detection rate, pelatihan dan pendidikan kesehatan, tuberkulosis paru
Pemeriksaan IVA Test dan Penyuluhan Tentang Lesi Pra Kanker Serviks Pada Ibu-Ibu Usia Reproduktif Di Desa Simbawaringi Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Utama, Winda Trijayanthi; Puspitasari, Ratna Dewi; Nareswari, Shinta; Aditya, Muhammad
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1141

Abstract

Kanker serviks adalah kasus keganasan nomor dua yang menyerang wanita dan disebabkan oleh infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Semakin dini stadium yang diketahui maka prognosisnya pun semakin baik. Melihat kondisi tingginya angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks pada penduduk Indonesia, maka dianggap perlu untuk melakukan intervensi pada masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini maka salah satunya adalah tindakan penemuan kasus secara cepat dengan melakukan deteksi dini kanker serviks dengan teknik IVA (insepeksi visual asam asetat) serta penatalaksanaan secara tepat (early diagnosis and prompt treatment) dari kanker serviks dangan mendeteksi secara dini adanya lesi pra kanker serviks. Dan, perlu diberikan informasi mengenai kanker serviks melalui media penyuluhan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan pemeriksaan tes inspeksi visual dengan asam asestat (IVA) untukmendeteksi kasus lesi pra kanker serviks, konseling ginekologi dan penatalaksanaan lanjutan pada temuan IVA positif, penyuluhan mengenai lesi pra kanker serviks dan pembagian leaflet tentang lesi pra kanker serviks. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu-ibu yang ada di wilayah Desa Simbawaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai kanker serviks, pemahaman masyarakat Desa Simbawaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah mengalami peningkatan. Pada pertanyaan posttest secara umum disimpulkan bahwa masyarakat sudah memiliki pemahaman yang lebih baik, terlihat dari jawaban pertanyaan yang benar oleh kurang lebih 95% masyarakat Desa Simbawaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Dan, 10 orang peserta (28,57%) ditemukan curiga kanker serviks. Kemudian dilakukan tatalaksana yang sesuai baik farmakoterapi maupun edukasi dalam upaya penyembuhan dan pencegahan kekambuhan serangan akut penyakit. Simpulan, perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan penemuan kasus secara berkelanjutan bukan hanya untuk kanker serviks saja, tetapi juga jenispenyakit neoplastik dan karsinogenik lainnya juga. Pelatihan staf dan kader kesehatan kampung atau desa dalam rangka mengenali gejala awal penyakit neoplastik dan karsinogenik terutama kanker serviks, sebagai bentuk usaha pencegahan baik pencegahan primer, sekunder maupun tersier.Kata kunci: kanker serviks, Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18, IVA (insepeksi visual asam asetat),peningkatan pengetahuan, penyuluhan, deteksi dini
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Melalui Penyuluhan dan Simulasi Menjaga Kebersihan Alat Kelamin Luar Wanita Di SMA Muhammadiyah 2 Bandarlampung Puspitasari, Ratna Dewi; Utama, Winda Trijayanthi; Anggraini, Dian Isti; Aditya, Muhammad
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1142

Abstract

Masih kurangnya kesadaran remaja wanita mengenai cara menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar untuk meningkatkan derajat kesehatan. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan remaja wanita mengenai cara menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar. Oleh sebab itu, perlu diberikaninformasi mengenai cara menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar melalui media penyuluhan. Metode yang digunakan dalam peningkatan pengetahuan ini adalah dengan memberikanpenyuluhan berupa ceramah interaktif dan penayangan video sedangkan untuk penerapan perilaku dilakukan dengan latihan atau simulasi. Kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari pelajar puteri di SMAMuhammadiyah 2 Bandar Lampung. Setelah dilakukan peyuluhan dan simulasi peserta sudah mengetahui tentang cara menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar dengan hasil post-test seluruhnya di atas 80%. Simpulan, Peningkatan pengetahuan, akan meningkatkan pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar. Dengan pemahaman yang baik akan membentuk perilaku menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan.Kata kunci: alat kelamin luar wanita, peningkatan pengetahuan, penyuluhan
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Tuberkulosis dan Tuberkulosis Ekstra Pulmoner Pada Suspect Penderitanya Di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Bandarlampung Muhartono, Muhartono; Saftarina, Fitria; Windarti, Indri
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1143

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini merupakan penyebab kematian akibat penyakit infeksi pada usia dewasa terbanyak di dunia dan diperkirakan terdapat 2 juta kematian akibat tuberkulosis setiap tahunnya. Tuberkulosis pada umumnya menyerang paru namun dapat juga menyerang organ di luar paru (tuberkulosis ekstra pulmoner) seperti kelenjar getah bening, kulit, tulang, usus dan selaput otak. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakittuberkulosis ekstra pulmoner adalah dengan melakukan upaya pendidikan kesehatan pada masyarakat. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk memberikan pengetahuan pada khalayak sasaran. Selain itu, jika ada masyarakat yang diduga terkena TB ekstra pulmoner juga akan diperiksa FNAB pada bagian kelenjar nya sebagai metode deteksi dini TB ekstra pulmoner. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses, dan evaluasiakhir dengan menggunakan pre-test dan post-test. Berdasarkan data hasil pengamatan pre-test, sebagian besar peserta pelatihan cukup paham akan penyakit TB dengan skor rata-rata 57,71, tidak ada peserta yang masuk kategori sangat paham, 7% masuk kategori paham, 76% cukup paham dan 17% kurang paham terhadap penyakit TB. Dari hasil post-test menunjukan adanya peningkatan skor rata-rata peserta penyuluhan menjadi 81,46. Simpulan, terdapat peningkatan pengetahuan mengenai faktor risiko dan upaya pencegahan penyakit tuberkulosis.Kata Kunci: FNAB, penyakit tuberkulosis, tuberkulosis ekstra paru

Page 1 of 34 | Total Record : 332