Prokrastinasi akademik merupakan pola perilaku yang berulang pada mahasiswa tingkat akhir dan secara signifikan menghambat penyelesaian skripsi tepat waktu. Reinforcement positif telah banyak digunakan sebagai strategi modifikasi perilaku, namun sebagian besar penelitian terdahulu menempatkannya dalam setting konseling terfasilitasi tanpa mengintegrasikan self monitoring sebagai mekanisme kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas reinforcement positif berbasis self monitoring dalam menurunkan prokrastinasi akademik mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre test-post test digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 31 mahasiswa semester 8 mengikuti pre test menggunakan Active Procrastination Scale Bahasa Indonesia (APS-BI) adaptasi Purwanto dan Natalya (2019). Hasil screening mengidentifikasi 15 mahasiswa dengan skor prokrastinasi akademik kategori sedang hingga tinggi yang selanjutnya 10 mahasiswa yang bersedia menerima intervensi. Intervensi dilaksanakan selama tujuh hari (10–17 Mei 2026) dengan komponen penetapan target harian yang meningkat secara bertahap, pemberian pujian verbal, dan gift reward atas pencapaian target, disertai pelaporan mandiri harian sebagai mekanisme self monitoring. Pengukuran pasca intervensi menggunakan instrumen yang sama menunjukkan penurunan rerata skor prokrastinasi yang signifikan, dari 47,40 (pre test) menjadi 28,10 (post test). Hasil uji Wilcoxon signed-rank test menunjukkan nilai signifikansi p = 0,005 (p < 0,01), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa reinforcement positif berbasis self monitoring efektif dalam menurunkan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi.
Copyrights © 2026