Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan lima hari sekolah (LHS) pada jenjang SMA dan SMK di Provinsi Sumatera Utara yang mulai diterapkan pada tahun 2025/2026. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif, penelitian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 64.063 responden dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya polaritas persepsi, sementara guru dan orang tua mendukung kebijakan ini demi peningkatan karakter dan efisiensi kinerja, siswa menunjukkan resistensi tinggi akibat kelelahan fisik dan mental (burnout). Analisis SWOT mengidentifikasi bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan rekonstruksi kurikulum yang lebih humanis.
Copyrights © 2026