Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat partisipasi inklusif penyandang disabilitas dalam proses pembaruan Undang-Undang Pemilu Aceh di Kabupaten Aceh Besar. Permasalahan utama yang dihadapi adalah masih terbatasnya akses, pemahaman, dan ruang partisipasi politik bagi kelompok disabilitas dalam proses perumusan kebijakan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan penyandang disabilitas sebagai subjek utama. Kegiatan dilaksanakan oleh Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC) Aceh, serta melibatkan mitra seperti KIP, Bawaslu, dan stakeholders lainnya. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, perencanaan partisipatif, pelaksanaan edukasi politik, Focus Group Discussion (FGD), serta refleksi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hak politik dan mekanisme pembaruan undang-undang, serta meningkatnya keberanian dalam menyampaikan aspirasi. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis kebutuhan riil penyandang disabilitas. Kesimpulannya, pendekatan partisipatif melalui PAR efektif dalam mendorong keterlibatan aktif penyandang disabilitas serta berkontribusi dalam mewujudkan sistem demokrasi yang inklusif dan responsif di Aceh.
Copyrights © 2026