Artikel ini mengkaji dinamika hubungan keluarga pada rumah tangga perantau di Dusun Lebah Munte, Desa Lebah Sempaga, Kecamatan Narmada. Fenomena merantau menjadi strategi adaptasi sosial-ekonomi yang umum dilakukan masyarakat setempat, namun menimbulkan pergeseran pemenuhan fungsi keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap satu orang informan yang mulai merantau sejak Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dorongan utama merantau adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, yang nyatanya berhasil memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga. Meskipun terpisah jarak, komunikasi harian melalui media digital menjaga ikatan batin, namun tetap menghadirkan tantangan berupa beban emosional, rasa rindu, kerentanan saat sakit, serta risiko persepsi terabaikan oleh keluarga yang ditinggalkan. Kajian ini menegaskan adanya dilema mendasar antara fungsi ekonomi dan fungsi afeksi keluarga dalam konteks mobilitas penduduk. Artikel ini ditulis dengan pendekatan sosiologi keluarga, merujuk pada teori fungsi struktural dan hubungan keluarga jarak jauh.
Copyrights © 2026