Penelitian ini menelusuri bagaimana pesona alam dan interaksi hangat dengan warga lokal mampu membentuk citra positif pariwisata Aceh melalui pendekatan Slow Tourism. Melalui survei kepada 200 wisatawan dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, ditemukan sebuah fakta yang menarik: keramahan penduduk lokal yang berakar pada budaya Peumulia Jamee ternyata meninggalkan kesan yang jauh lebih mendalam di hati wisatawan dibandingkan keindahan bentang alamnya semata. Temuan ini menegaskan bahwa "jiwa" dari pariwisata Aceh sesungguhnya terletak pada kehangatan manusianya. Konsep Slow Tourism terbukti sangat selaras dengan nilai-nilai syariat Islam yang mengedepankan adab dan ketenangan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal sangat direkomendasikan sebagai kunci keberlanjutan destinasi wisata di Aceh.
Copyrights © 2026