Kemampuan kognitif merupakan pondasi penting bagi perkembangan anak usia dini, namun praktik pembelajaran di RA Ahnan Bandung masih didominasi ceramah dan lembar kerja sehingga anak kurang mendapat stimulasi kognitif yang aktif dan konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eksperimen sains hujan buatan terhadap peningkatan kemampuan kognitif, khususnya pemahaman hubungan sebab-akibat, pada anak Kelompok B di RA Ahnan Bandung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe one group pretest-post-test design. Subjek penelitian berjumlah 10 anak (6 perempuan dan 4 laki-laki) yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan rubrik penilaian berbasis indikator STPPA usia 5–6 tahun, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas (chi-kuadrat), uji homogenitas (uji F), dan uji hipotesis (paired sample t-test) pada taraf signifikansi 1%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai kognitif anak dari 40,8 pada tahap pretest menjadi 55,8 pada tahap post-test. Uji hipotesis menghasilkan nilai t hitung sebesar 25,862 yang jauh melampaui T tabel sebesar 3,250, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan dari eksperimen sains "hujan buatan" terhadap kemampuan kognitif anak Kelompok B di RA Ahnan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa kegiatan eksperimen berbasis pengalaman langsung layak dijadikan strategi pembelajaran sains yang rutin dan inklusif di pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026