Konflik komunikasi antara orang tua dan anak usia remaja sering kali menjadi hambatan utama dalam penanaman nilai-nilai iman Kristen di lingkungan keluarga. Pola komunikasi satu arah dan pendekatan doktriner yang kaku memicu terjadinya communicationbreakdown serta kerenggangan relasi dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Pendidikan Agama Kristen (PAK) kontekstual di dalam keluarga sebagai upaya mengatasi konflik komunikasi antara orang tua dan remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada tiga keluarga jemaat GMIT Kemah Ibadah Airnona Lingkungan 2. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar konflik komunikasi bersumber dari perbedaan pola pikir antargenerasi, dinamika ego remaja dalam fase pembentukan identitas, dan kecenderungan orang tua bersikap menghakimi. Penerapan PAK kontekstual melalui prinsip mendengar aktif, pengemasan mezbah keluarga yang adaptif dan santai, serta percakapan sehari-hari yang bermakna terbukti efektif menurunkan intensitas ketegangan relasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAK kontekstual mampu menjembatani kesenjangan komunikasi antargenerasi sekaligus memulihkan keharmonisan relasi orang tua dan remaja.
Copyrights © 2026