Ketidakhadiran figur ayah dapat memberikan dampak yang berbeda-beda pada individu, baik dalam aspek emosional, hubungan keluarga, maupun perkembangan diri. Namun adanya dukungan sosial dan kemampuan resiliensi dapat membantu individu menghadapi kondisi tersebut secara lebih adaptif. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan dukungan sosial dan resiliensi pada individu yang mengalami ketidakhadiran figur ayah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus kelompok kecil yang melibatkan tiga peserta dewasa awal yang mengalami ketidakhadiran figur ayah karena perceraian, kematian, dan keterbatasan kehadiran ayah akibat pekerjaan. Asesmen dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, kemudian dilanjutkan dengan intervensi program yang terdiri atas psikoedukasi, sharing session, dan refleksi diri dalam satu kali pertemuan. Hasil asesmen menunjukkan bahwa setiap peserta mengalami dampak yang berbeda sesuai dengan latar belakang pengalaman yang dimiliki. Meskipun demikian, seluruh peserta memiliki sumber dukungan sosial yang berasal dari keluarga dan sahabat dekat serta menunjukkan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi yang dihadapi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengidentifikasi sumber dukungan sosial yang dimiliki, mengenali kekuatan diri yang membantu mereka bertahan, serta membangun harapan yang lebih positif terhadap masa depan. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam membantu individu yang mengalami ketidakhadiran sosok ayah mengembangkan ketahanan dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara lebih adaptif.
Copyrights © 2026