Fenomena konsumsi dalam fandom K-Pop, khususnya ARMY (penggemar BTS), menunjukkan adanya pergeseran dari sekadar bentuk apresiasi menjadi praktik konsumtif yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumtif tersebut melalui perspektif teori industri budaya Theodor W. Adorno, dengan fokus pada peran influencer di Instagram sebagai mediator dalam membentuk pola konsumsi penggemar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka (library research) yang mengkaji berbagai literatur ilmiah terkait fandom, media sosial, dan perilaku konsumtif. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku konsumtif dalam fandom ARMY tidak muncul secara alami, melainkan hasil konstruksi industri budaya yang memanfaatkan loyalitas emosional penggemar sebagai sumber keuntungan ekonomi. Influencer di Instagram berperan penting dalam membentuk standar konsumsi melalui visualisasi gaya hidup fandom, sehingga mendorong terjadinya imitasi dan tekanan sosial dalam komunitas. Selain itu, konsep pseudo-individualitas menunjukkan bahwa kebebasan dalam memilih produk sebenarnya bersifat semu, karena pilihan tersebut telah distandarisasi oleh industri.
Copyrights © 2026