TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra
Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA

ONOMASTIKA KOMERSIAL DAN LINGUISTIK FORENSIK: TINJAUAN LITERATUR TENTANG SENGKETA MEREK DAGANG DI INDONESIA

A. Syihabuddin Aniq Jimly (Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo)
Imam Hanafi (Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo)
Husnul Athiya (Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2026

Abstract

Meningkatnya jumlah sengketa merek dagang di Indonesia menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan instrumen analisis yang lebih objektif dalam menafsirkan frasa “persamaan pada pokoknya” yang selama ini cenderung bergantung pada penilaian subjektif hakim. Meskipun kajian hukum mengenai sengketa merek telah berkembang pesat, penelitian yang mengintegrasikan perspektif onomastika komersial dan linguistik forensik masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren tipologi sengketa merek dagang di Indonesia selama satu dekade terakhir, mengidentifikasi parameter linguistik forensik yang digunakan dalam pembuktian sengketa, serta merumuskan kerangka objektivitas analisis sengketa merek berbasis pendekatan interdisipliner. Penelitian menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan naratif terhadap artikel jurnal dan skripsi yang diperoleh dari Google Scholar melalui perangkat lunak Publish or Perish. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan kerangka parameter confusing similarity ‘kemiripan yang membingungkan’ yang dikemukakan oleh Shuy (2002), meliputi aspek fonetik, semantik, dan visual, kemudian dievaluasi ketajamannya melalui perspektif bahasa hukum objektif yang dikembangkan oleh Gibbons (2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa merek di Indonesia didominasi oleh kasus pembajakan merek, persamaan pada pokoknya, perebutan istilah generik, dan konvergensi kelas barang atau jasa. Selain itu, aspek visual, fonetik, dan semantik merupakan parameter yang digunakan dalam pembuktian sengketa merek. Namun, evaluasi berdasarkan perspektif bahasa hukum objektif menunjukkan bahwa penerapan parameter tersebut masih didominasi oleh intuisi dan interpretasi subjektif, terutama pada aspek visual, sehingga berpotensi menimbulkan disparitas putusan dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini menawarkan Model Analisis Semiotik-Forensik Merek (MAS-FM) sebagai kerangka objektif untuk meningkatkan konsistensi putusan, kepastian hukum, dan kualitas pembuktian dalam penyelesaian sengketa merek di Indonesia.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

tanda

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ber e-ISSN 2797-0477 ini adalah jurnal open access, peer-review dua bulanan dalam satu tahun yang diterbitkan oleh Aksiologi Surabaya. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ini mendorong artikel asli tentang berbagai isu dalam Studi Bahasa dan ...